Ya, UEFA menyetujui proposal yang diajukan Michel Platini berkaitan dengan jadwal tanding Liga Champions. Legenda Prancis itu beranggapan bahwa mengubah kalendar final ke akhir pekan akan lebih menyemarakkan pertandingan dalam sudut pandang penonton.
"Mengubah (laga final Liga Champions) ke hari Sabtu bakal membuatnya lebih menjadi acara keluarga," tandasnya seperti dikutip Yahoosports.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perubahan tidak hanya terjadi pada penjadwalan laga final saja. Format kontestan Liga Champions juga banyak mengalami pergantian. UEFAΒ Β menyetujui permintaan Platini untuk memberikan porsi yang lebih besar kepada negara-negara di luar daftar papan atas.
Jumlah tim dari negara unggulan yang mendapat hak otomatis lolos ke fase grup juga bertambah. Tidak lagi dua, tim-tim dari Spanyol, Italia dan Inggris berhak mengirimkan tiga timnya.
Perubahan yang paling mencolok adalah babak kualifikasi yang dipecah menjadi dua, untuk bisa memastikan lima juara dari 40 negara yang berperingkat rendah bisa mencapai Liga Champions.
15 tim dari negara-negara peringkat teratas akan bersaing untuk mengincar lima tiket, dan jawara-jawara liga dari 40 negara anggota UEFA sisanya akan bersaing untuk lima tempat lainnya. 10 tim tersebut akan bergabung dengan 22 tim lain yang berhak berada di babak lanjutan.
"Bakal banyak juara di fase grup dan lebih banyak demokrasi dalam kompetisi ini," tandas Platini berkaitan dengan proposalnya itu.
"Liga Champions adalah kompetisi besar dan saya sangat senang dengan perubahan yang ada," lanjutnya.
(ian/ian)











































