Turki, Swiss, Portugal, dan Republik Ceko tampak adem ayem menanggapi hasil pembagian grup. Tidak ada komentar pedas atau berusaha memanas-manasi di antara keempat tim.
"Semua pelatih di grup ini sangat berpengalaman dan itu selalu membantu. Kami telah melalui Berbagai momen dengan pemain-pemain kami," ujar pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga dengan pelatih Republik Ceko Karel Bruckner. "Semua tim yang lolos ke Euro 2008 memiliki kualitasnya masing-masing. Saya tak mau berspekulasi ini grup yang bagus atau bukan. Yang bisa saya katakan adalah kami sudah senang kalau bisa lolos," ujar pelatih berusia 68 tahun itu.
Yang menyisakan dendam mungkin hanya antara Turki dan Swiss. Tahun 2005 dalam laga playoff menuju Piala Dunia 2006 Swiss berhasil menyingkirkan Turki. Namun nyatanya kedua tim juga saling respek.
"Saya rasa ini adalah grup yang kompetitif, grup yang serius. Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Orang yang saya sapa pertama kali adalah (striker Swiss) Alex Frei. Jadi, tak ada masalah," tukas pelatih Turki, Fatih Terim.
"Tidak ada masalah antara kami dan Turki. Terlalu banyak orang yang menyorot hal yang seharusnya sudah lama dilupakan tersebut. Kami pikir kami akan melakukan pertandingan yang adil tanpa ada masalah suporter," timpal pelatih Austria Koebi Kuhn.
Foto: Pelatih Republik Ceko Karel Bruckner (kiri) bersalaman dengan pelatih Turki Fatih Terim. (AFP/Fabrice Coffrini)Β (a2s/a2s)











































