Hiddink bahkan menyadari timnya bukanlah salah satu favorit di grupnya. Namun ia percaya ada banyak jalan untuk mencapai tujuan dan Rusia pasti mencarinya pula.
"Kami jelas-jelas bukan favorit di grup kami. Spanyol dan Swedia-lah tim itu, sementara Yunani akan melakukan yang terbaik untuk mengamankan titel mereka," tukasnya usai acara pengundian di Lucerne, Minggu (2/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun tidak mudah, tapi Rusia merasa lebih lega tidak berada di grup maut seperti halnya Grup C yang ditempati Italia, Prancis, Belanda, dan Rumania.
"Kami di grup yang kuat," kata asisten pelatih Igor Korneyev dikutip AFP. "Juara bertahan Yunani berada di puncak, sedangkan Spanyol dan Swedia punya reputasi sebagai pemimpin sepakbola Eropa."
"Tapi, Grup C adalah yang terkuat di turnamen ini. Mungkin kita menyebutnya grup maut. Akan sangat menarik menyaksikan pertandingan-pertandingan di grup itu," pungkasnya.
Foto: Guus Hiddink (kanan) berdiri di samping pelatih Yunani Otto Rehhagel. (AFP/Fabrice Coffrini)
(a2s/a2s)











































