Pada undian yang dilakukan untuk putaran final, Spanyol berada di Grup D. Grup ini hampir merupakan replika dari putaran grup Euro 2004, di mana Spanyol bersaing dengan Yunani dan Rusia. Satu tim lain, Swedia, juga satu grup dengan Spanyol di babak kualifikasi Euro 2008.
Pada Euro 2004 Spanyol sempat digadang-gadang sebagai tim unggulan, tapi kenyataannya jauh panggang dari api. Tim yang dibesut oleh Inaki Saez itu sudah harus angkat koper lebih awal dari Portugal setelah tersingkir dari putaran pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, semua lawan yang dihadapi oleh Spanyol ini tidak mudah. Yunani masih sangat diperhitungkan sebagai juara Euro 2004, meskipun tidak tampil di Piala Dunia 2006. Sementara Rusia tetap tidak bisa dipandang sebagai tim underdog meskipun lolos berkat hasil Kroasia mengatasi Inggris.
Sementara Swedia mungkin sudah saling mengenal kekuatan masing-masing karena mereka sama-sama lolos dari Grup F di babak kualifikasi. Apalagi Spanyol memiliki modal besar setelah dipertemuan terakhir mampu mengalahkan Swedia dengan skor 3-0.
Tidak heran jika pelatih Swedia Lars Lagerback pun telah mengakui bahwa Spanyol adalah salah satu tim terbaik di Eropa. Namun Spanyol juga tetap waspada bahwa Swedia akan mencoba untuk lebih baik lagi saat bertemu Spanyol di Austria-Swiss nanti dengan pengalaman yang telah dimilikinya.
Aragones sangat menyadari dengan pengalaman timnya. Ia pun meminta anak-anak buahnya untuk tidak memandang enteng setiap lawannya dan bermain dengan sepenuh hati saat di lapangan guna meraih hasil terbaik di Euro 2008 nanti.
"Saya pikir ini soal mengatur sebuah kelompok, tapi kami tetap menyimpan keinginan untuk dapat menang, menghormati lawan kami dan menunjukkan superioritas kami di lapangan," kata Aragones setelah mengetahui lawan-lawannya di Grup D nanti. (key/a2s)











































