Swiss dan Turki Melupakan Masa Lalu

Euro 2008

Swiss dan Turki Melupakan Masa Lalu

- Sepakbola
Senin, 03 Des 2007 16:01 WIB
Jakarta - Undian putaran final Euro 2008 menempatkan Turki dan Swiss ke dalam grup A. Bayangan kerusuhan yang dulu melibatkan kedua negara di playoff Piala Dunia 2006 kini muncul lagi.

Lebih dari dua tahun lalu, tepatnya pada 16 November 2005, kedua negara berhadapan di leg 2 playoff Piala Dunia 2006. Swiss yang menang 2-0 di leg 1 akhirnya lolos meski kalah 2-4 di pertandingan tersebut.

Kubu Turki yang tidak puas dengan hasil itu mulai emosi. Puncaknya, terjadi keributan masal di lorong menuju ruang ganti. Pemain Swiss Stephane Grichting bahkan harus masuk rumah sakit karena ditendang di bagian selangkangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sanksi pun berhamburan, kebanyakan untuk pemain dan ofisial Turki yang dinilai sebagai pemicu keributan. Hanya dua orang dari Swiss yang dikenai hukuman (gelandang Benjamin Huggel dan seorang fisioterapis).

Kini, kedua kubu mengaku siap melupakan insiden memalukan itu. "Tak ada masalah antara Swiss dan Turki. Terlalu banyak orang yang mengingatkan pada hal yang sudah sejak lama dilupakan," ujar pelatih Swiss Jakob "Koebi" Kuhn seperti dikutip YahooSports.

Tanggapan senada dilontarkan kubu Turki. "Apa yang terjadi (dua tahun lalu) biarlah tetap tertinggal di lapangan. Sebelum datang ke sini, saya berpelukan dengan Alexander Frei (pemain Swiss). Tak ada masalah," ujar pelatih Fatih Terim.

Selain Turki dan Swiss, di grup A juga bercokol dua tim kuat, yakni Portugal serta Republik Ceko.Β  (arp/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads