UEFA, CONCACAF, dan AFC Kembali Serang Infantino

UEFA, CONCACAF, dan AFC Kembali Serang Infantino

Yanu Arifin - Sepakbola
Senin, 10 Agu 2026 19:20 WIB
Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino (YouTube/Sekretariat Presiden)
Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Jakarta -

UEFA, CONCACAF, dan AFC merilis pernyataan lagi soal kepemimpinan Gianni Infantino. Presiden FIFA itu dinilai telah merusak kepercayaan anggotanya.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin (10/8/2026), ketiga konfederasi sepakbola itu menyatakann kekecewannya pada Infantino. Mereka menyebut keputusan soal proyek FIFA Forward Enterprise untuk menjual saham Piala Dunia merusak kepercayannya.

UEFA, CONCACAF, dan AFC semua keputusan sebelumnya didasari atas kesepakatan bersama dan didiskusikan. Namun soal FFE, meski FIFA sudah meminta maaf, hal itu dinilai jadi bukti ada kegagalan kepemimpinan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Surat terbaru FIFA kepada para Wakil Presiden dan 211 Asosiasi Anggota mengakui bahwa telah terjadi kesalahan dalam proses tersebut. Surat itu menganggap hal ini sebagai kegagalan komunikasi, padahal yang disaksikan dunia sepak bola adalah kegagalan penilaian. Sebuah usulan yang diajukan dalam tenggat waktu yang sangat ketat, tanpa konsultasi yang berarti, dan dipaksakan menjelang batas waktu sebelum Asosiasi Anggota dapat meninjau ketentuannya dengan semestinya, bukanlah hasil dari kelalaian, melainkan hasil dari rancangan yang dimaksudkan untuk membatasi pengawasan," kecamnya.

Lebih lanjut, tiga konfederasi raksasa itu juga menyoroti rapat darurat FIFA di Maroko beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Gianni Infantino mengklaim sudah mendapat kepercayaan lagi untuk terus memimpin FIFA.

ADVERTISEMENT

UEFA, CONCACAF, dan AFC menilai pertemuan itu juga tak dihadiri semua anggota komite. Hal itu dinilai tetap melanjutkan kesalahan Infantino soal masalah komunikasi.

"Pertemuan baru-baru ini, di mana sejumlah anggota terpilih dari Komite Manajemen FIFA, bukan seluruh Komite, dipanggil ke luar negeri, alih-alih para pemimpin yang pergi ke Zurich untuk berhadapan langsung dengan inti FIFA, yaitu para stafnya, justru semakin memperkuat kekhawatiran ini dan mencerminkan kelanjutan dari pola perilaku yang sama yang telah membawa kita ke situasi ini. Ini bukanlah perilaku seorang pengawal olahraga ini, melainkan perilaku seseorang yang meyakini bahwa olahraga ini harus bertanggung jawab kepadanya," sembur surat pernyataan itu.

"Ada keheningan di mana seharusnya ada pertanggungjawaban, ada jarak di mana seharusnya ada keterbukaan."

"Ini bukanlah kualitas yang layak dimiliki oleh kepemimpinan sepak bola. Itulah sebabnya kami mengambil sikap ini: bukan dengan sembarangan dan bukan sendirian, melainkan bersama-sama, dan atas dasar kewajiban terhadap olahraga yang kami layani."

"Kekuatan sepak bola selalu terletak pada persatuannya. Kami menyerukan agar persatuan itu dihormati sekarang, demi kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan yang berusaha mengendalikannya," kecam ketiga konfederasi.



(yna/pur)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads