Penjaga gawang yang kini berusia 34 tahun itu direkrut Madrid pada awal musim ini dari Liverpool. Dari status cadangan kiper Pepe Reina di Liverpool, Dudek menemui nasib serupa di Los Blancos. Ia harus menunggu dan menunggu kesempatan karena solidnya penampilan kiper utama Iker Casillas.
Dudek mungkin baru merasakan tidak enaknya menjadi orang nomor dua yang sama sekali belum pernah diturunkan. Menjelang putaran final Euro 2008, di mana Polandia untuk kali pertama dalam sejarah bisa turut berpartisipasi, Dudek mulai berpikir mengenai keinginannya hijrah.
"Saya punya kontrak selama tiga tahun di Madrid. Namun saya ingin melihat kemungkinan diri saya pindah," ungkap Dudek jujur sebagaimana diwartakan YahooSports.
Kekhawatiran Dudek sangat beralasan. Pelatih timnas Polandia Leo Beenhaker sudah memberi semacam jaminan bahwa kiper pahlawan Liverpool di final Liga Champions 2003 itu akan masuk ke timnas bila ia mampu tampil sebagai pemain reguler di klubnya--sebuah keadaan yang tidak bisa dipenuhi Dudek bila bertahan di Santiago Bernabeu.
"Saya ingin bermain di Euro karena itu adalah momen bersejarah bagi negara kami. Saya pikir hal terbaik sekarang adalah duduk bersama dan bicara. Saya ingin pergi," imbuh pemegang 58 caps bagi Polandia itu lagi.
Kiper yang mengawali karirnya bersama klub lokal Sokol Tychy itu mengakui bahwa faktor umur mempengaruhi keputusannya. "Jika saja saya berusia 26 tahun, saya takkan meninggalkan Madrid--bahkan bila saya jadi pilihan kedua. Tapi saya kini berumur 34 tahun dan Polandia membuka peluang untuk bermain di turnamen penting," keluh Dudek.
Misi Dudek untuk bermain di kejuaraan terakbar se-Eropa itu tidak mudah. Ia harus bersaing dengan Artur Boruc, kiper yang bermain reguler untuk Glasgow Celtic dan berusia tujuh tahun lebih muda darinya.
"Saya tahu kesempatan saya akan datang bila saya bermain rutin dalam beberapa bulan ke depan. Madrid yang akan menentukan. Tapi saya harus jujur kepada mereka soal ini," simpul Dudek mantap.Β (arp/krs)











































