FIFA menuding UEFA melancarkan kampanye gelap terhadap Gianni Infantino. Serangan ke Infantino dianggap bagian dari rencana UEFA memonopoli sepakbola.
Infantino jadi sorotan setelah proposalnya menjual saham Piala Dunia. Pria asal Italia-Swiss itu dianggap menjual sepakbola dengan rencananya itu.
Berbagai penolakan muncul melawan proposal Infantino, utamanya dari UEFA. FIFA pada akhirnya membatalkan rencana tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan kepada Infantino tak berhenti sampai di situ. Dia diminta tak lagi maju dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 setelah sudah menjabat sejak 2016.
UEFA menuduh Infantino melakukan kejahatan 'salah kelola sepakbola' demi mengeruk keuntungan pribadi. Federasi Sepakbola Eropa itu sudah mengajukan dokumen hukum di Amerika Serikat, meminta pengungkapkan bukti dan dokumen dari FIFA.
FIFA menanggapi keras pengajuan UEFA ke AS. FIFA mengklaim argumen FIFA 'cacat hukum', serta menuding UEFA melakukan kampanye gelap terhadap Infantino.
"Alih-alih berpartisipasi dalam proses demokrasi tersebut, UEFA mengeluarkan siaran pers - awal dari kampanye fitnah selama berminggu-minggu terhadap FIFA dan kepemimpinannya," tulis UEFA dalam pengajuan pengadilan, dilansir dari BBC.
"Jika sepakbola diperkuat di negara-negara berkembang, persaingan global meningkat, yang pada akhirnya mengurangi kekuatan pasar UEFA dan memberikan lebih banyak persaingan untuk turnamen unggulannya," kata FIFA.
FIFA menegaskan segala rencana yang diambil dibuat untuk memberikan kesempatan kepada negara-negara berkembang tampil dan menggelar acara level dunia. Hal itu dianggap merugikan UEFA secara ekonomi.










































