Hanya bermain imbang dengan Porto dilanjutkan kekalahan menyesakkan atas Marseille di kandang dan takluk 1-2 saat bertandang ke Besiktas sempat membuat Liverpool jadi juru kunci Grup A. Saat itu peluang mereka lolos belum tertutup, kemenangan di tiga laga tersisa jadi keharusan bagi sang finalis.
Dan The Reds mampu membuktikan misi yang mereka emban bukanlah sesuatu yang mustahil. Diawali kemenangan fantastis 8-0 atas Besiktas dan berlanjut pesta 4-1 saat menjamu Besiktas, Steven Gerrard cs kembali menjaga peluangnya ke babak 16 besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya skuad Liverpool kini justru baru terpukul setelah menelan kekalahan pertamanya saat ditumbangkan Reading 1-3. Ditambah rekor Marseille yang tak pernah kalah saat menjamu tim Inggris di pentas Eropa, perjuangan Liverpool jauh dari ringan.
Tapi bukan The Reds namanya kalau tak bisa lepas dari tekanan, seperti yang sudah mereka buktikan saat meraih kemenangan atas Porto dan Besiktas. Toh musim ini skuad besutan Eric Gerets tak galak-galak amat di kandang.
FC Porto mampu mencuri satu poin saat bermain 1-1, 24 Oktober lalu. Pada delapan partai kandang Marseillais di Ligue 1 musim ini cuma tiga, kemenangan diraih, tiga lainnya berakhir imbang dan dua kekalahan.
"Pertandingan Selasa (Rabu WIB) layaknya final, tidak seperti saat menghadapi Reading di mana Anda bisa bangkit setelah kehilangan tiga angka," ungkap Rafael Benitez memberi gambaran pentingnya laga tersebut. (din/key)











































