Mengumpulkan poin 10, Lyon lolos ke babak 16 besar dengan status runner up Grup E. Skuad besutan Alain Perrin menemani Barcelona sang juara grup yang pada pertandingan lain makin mengukuhkan posisinya usai menundukkan VfB Stuttgart 3-1.
Kemenangan tiga gol tanpa balas yang diraih Lyon terhitung fantastis mengingat mereka bertanding di kandang Glasgow. Apalagi tuan rumah sebenarnya cuma butuh hasil imbang untuk memastikan tiket kedua dari Grup E. Kemenangan ini sekaligus ajang balas dendam Juninho Pernambucano dkk setelah pada pertemuan pertama mereka dipermalukan juga dengan skor 0-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui keahliannya mengeksekusi tendangan bebas, Juninho memaksa McGregor berjibaku mengamankan gawangnya di menit 10. Sesaat berselang tuan rumah malah nyaris mencetak gol bunuh diri saat bola yang berusaha di buang Steven Whittaker justru mengenai Carlos Cuellar dan membuat si kulit bundar hanya bergulir beberapa centimeter dari tiang gawang. Lima menit berselang, kiper Skotlandia itu akhirnya tak kuasa menghindarkan gawangnya dari kebobolan.
Diawali unpan Ben Arfa di sisi kanan, bola yang melayang rendah harusnya bisa diamankan McGregor. Malang baginya, bola yang gagal dikuasai dengan sempurna justru mampu disambar Govou yang dengan mudah mengantar tim tamu membuka keunggulan.
Dalam posisi tertinggal yang berarti hilangnya tiket ke babak 16 besar, Glasgow mencoba meningkat serangannya. Usai menusuk dari sisi kanan, Whittaker melepaskan tembakan yang tak mampu diantisipasi dengan sempurna oleh Vercourtre. Tapi dari kejadian tersebut juga tak berujung gol karena tak ada satupun pemain Glasgow yang berada dekat bola untuk me-rebound-nya menjadi gol.
Sebuah peluang kembali dimiliki tuan rumah di menit kelima babak kedua. Diawali kegagalan Vercoutre mengantisipasi dengan sempurna bola umpan Alan Hutton membuat si kulit bundar bergerak liar membentur mistar. Dari kejadian tersebut Steven Whittaker seharusnya bisa membawa timnya kembali ke posisi sejajar, namun bola yang di-rebound-nya melebar dari sasaran.
Dalam kondisi wajib mencetak satu gol demi setidaknya untuk menyamakan kedudukan, skuad besutan Walter Smith justru tak mampu menguasai pertandingan. Meski beberapa peluang berhasil diciptakan, namun tim yamu yang dimotori Juninho membuat tuan rumah harus membagi kewaspadaan demi tidak kembali kebobolan.
Kekhawatiran tersebut akhirnya benar menjadi kenyataan justru saat pertandingan tersisa lima menit. Memanfaatkan umpan panjang dari tengah lapangan yang gagal dihalau Cuellar, Benzema dengan tenang menceploskan bola melalui sela-sela kaki McGregor yang membuat Lyon unggul 2-0.
Tapi mimpi buruk Glasgow ternyata tak berakhir sampai di situ. Lagi-lagi Benzema yang membuat publik Glasgow tertunduk makin dalam, striker berkebangsaan Prancis itu mencetak gol keduanya di menit 88 setelah berhasil melewati bek lawan dan dengan dingin menempatkan bola ke tiang jauh gawang McGregor.
Bukannya mencetak gol yang memperkecil kedudukan, tuan rumah malah harus kehilangan satu pemainnya di menit 90 setelah Darcheville diusir wasit karena menendang Kim Kallstrom.
Susunan Pemain:
Rangers: Allan McGregor, Alan Hutton, David Weir, Carlos Cuellar, Sasa Papac, Steven Whittaker, Barry Ferguson, Brahim Hemdani, Kevin Thomson, Lee McCulloch, Daniel Cousin.
Lyon: Remy Vercoutre, Francois Clerc, Anderson, Sebastian Squillaci, Fabio Grosso, Kim Kallstrom, Juninho, Jeremy Toulalan,Sidney Govou, Karim Benzema, Hatem Ben Arfa.
(din/key)











































