Sejak Kamis kemarin kesatuan polisi Belanda yang bernama ACP dan ANPV melancarkan protes kepada pihak kementerian dalam negeri, setelah tuntutan kenaikan gaji sebesar 200 euro (sekitar Rp 2,6 juta) per bulan tak disetujui menteri bersangkutan, Guusje ter Horst.
Dari aksi protes tersebut ketua KNVB (PSSI-nya Belanda), Henk Kesler, menyatakan bahwa para polisi lebih berkonsentrasi untuk berdemo ketimbang mengamankan pertandingan sepakbola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Walikota Amsterdam, Job Cohen, pihaknya tidak bisa menjamin keadaan akan baik-baik saja tanpa pasukan pengaman yang cukup. "Kami tidak bisa menjamin bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja," ujarnya seperti dikutip Soccernet.
Kekhawatiran tersebut terbilang wajar mengingat partai besar dengan rivalitas tinggi pasti rawan bentrok antar suporter. Tanpa pengamanan polisi yang cukup, keamanan suporter dan penduduk sekitar stadion bisa berada dalam bahaya.
(a2s/a2s)










































