Inggris, Tim Terakhir Capello

Inggris, Tim Terakhir Capello

- Sepakbola
Minggu, 16 Des 2007 03:11 WIB
Inggris, Tim Terakhir Capello
London - Setelah meraih berbagai kesuksesan di level klub, Fabio Capello kini membidik kesuksesan bersama Inggris. Ia pun berencana pensiun setelah hal itu tercapai.

Don Fabio merasa antusias dengan penunjukkan dirinya sebagai pelatih baru The Three Lions. Ia pun tak segan-segan mengatakan bahwa akan mendedikasikan akhir karirnya kepada Inggris, sehingga sebelum pensiun ia akan berusaha yang terbaik bagi The St. George Cross.

"Ini merupakan pekerjaan terakhir dalam karir saya, dan akan sangat menyenangkan bila mengakhirinya dengan cara terbaik," ujar pelatih berusia 61 tahun itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan tantangan lain dalam karir saya sebagai manajer. Namun hal ini akan berlangsung lebih lambat dan rumit mengingat saya harus belajar lebih banyak dibanding ketika saya melatih klub," lanjutnya dikutip AFP.

Pelatih kelahiran 18 Juni itu pernah meraih berbagai gelar bersama empat klub berbeda. Ia telah mempersembahkan scudetto kepada AC Milan, Juventus, dan AS Roma, bahkan Milan sempat dibawanya menjadi juara Liga Champions pada 1994.

Ia juga pernah menukangi Real Madrid yang dua kali dibawanya menjadi juara Liga Spanyol, yakni pada musim 1996/97 dan 2006/07. Meski dipecat oleh Los Blancos pada akhir musim lalu (walau memberinya gelar juara), timnas Inggris masih percaya pada sentuhan emas sang Don untuk membawa tim negeri Ratu Elizabeth tersebut merengkuh kesuksesan.

Sementara itu Presiden FIFA Sepp Blatter mengomentari terpilihnya seorang asing sebagai pelatih sebuah timnas. Tidak seperti naturalisasi kewarganegaraan atau banyaknya pemain asing di sebuah klubβ€”hal mana ia menentangnyaβ€”, Blatter Blatter tidak mempersoalkan kasus seperti Capello di timnas Inggris.

"Sebagai presiden FIFA saya tidak keberatan jika asosiasi nasional merekrut beberapa pelatih dari luar negaranya," tukasnya usai pertemuan komite eksekutif FIFA di Tokyo, Jepang, Sabtu (15/12/2007)

Blatter bahkan memberi masukan buat Capello perihal pekerjaannya di negeri orang itu. Ia berharap pria asal Italia itu secepat mungkin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

"Apapun kewarganegaraannya, dia harus bisa bercakap-cakap dan bicara langsung dengan para pemain, dan tidak melalui penerjemah," tandas dia. "Demi motivasi tim, kepribadian pelatih tentu saja sangatlah penting."

Soal bahasa, manajer Arsenal asal Prancis, Arsene Wenger, juga mengingatkan Capello. "Satu-satunya masalah yang menurut saya dia miliki adalah bahasa. Saya tidak tahu seberapa bagus bahasa Inggris-nya karena salah satu bagian besar dari pekerjaan ini adalah berhubungan dengan media."

(a2s/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads