Jangan Main-main dengan Capello

Jangan Main-main dengan Capello

- Sepakbola
Minggu, 16 Des 2007 16:55 WIB
Jangan Main-main dengan Capello
Jakarta - Penunjukkan Fabio Capello sebagai pelatih Inggris masih mengundang pro-kontra. Tapi apapun komentar yang datang, satu yang harus dilakukan pemain Inggris adalah tidak main-main dengan Don Fabio.

Banyak yang menyebut Sven Goran Eriksson menganakemaskan David Beckham, sementara Steve McClaren tak bisa lepas dari Frank Lampard. Lalu bagaimana di era kepelatihan Capello hingga beberapa tahun mendatang?

Jawabannya sudah bisa dipastikan saat ini juga. Beberapa jam setelah resmi dikontrak FA, Capello menegaskan akan mulai membangun The Three Lions dari nol. Ini bisa diartikan sebagai tak ada anak emas atau pemain kesayangan, seluruh pemain bahkan yang sudah jadi langganan masuk timnas harus waspada kehilangan posisinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap pemain memiliki start yang baru bersama saya, mereka punya kesempatan yang sama untuk tampil meyakinkan. Saya mengharapkan pemain saya memberikan kemampuannya 100 % dan bersikap profesional setiap saat," ungkap Capello di Eurosport, Minggu (16/12/2007).

Ucapan Capello ini boleh saja diartikan ancaman pada anggota skuad Inggris. Soalnya Capello memang terkenal dengan ketegasannya dan tak sungkan mengkritik bahkan menjatuhkan sanksi pada pemain kesayangan klub atau fans.

Paolo Di Canio mungkin menjadi pemain pertama yang merasakan tidak enaknya berurusan dengan Capello saat masih membela AC Milan. Akibat marah-marah saat diganti dalam sebuah pertandingan persahabatan di Cina, Capello mendepak striker yang memang terkenal bengal itu ke Celtic.

Di AS Roma, Capello bahkan berani menyebut Francesco Totti telah memberi pengaruh buruk pada Antonio Cassano. Pelatih 61 tahun itu bahkan meminta Daniele De Rossi untuk tidak meniru sang kapten, dan dianjurkannya mengikuti Emerson.

Cassano bisa dibilang menjadi pemain yang paling sering bermasalah dengan Capello. Setelah beberapa kali bersitegang di Roma, keduanya bertemu kembali di Real Madrid dan menghadapi masalah yang tak jauh berbeda.

Alessandro Del Piero juga pernah merasakan tegasnya kepemimpinan Capello. Karena terlalu sering diganti di tengah pertandingan pemain kesayangan fans Bianconeri itu juga punya hubungan yang tak harmonis dengan sang pelatih.

Ronaldo dan David Beckham adalah dua pemain terakhir "korban" Capello. Sang striker terpaksa meninggalkan Los Galacticos Januari lalu ke AC Milan.

Hal serupa terjadi pada si gelandang Inggris setelah memutuskan hijrah ke Amerika Serikat bersama LA Galaxy dan sempat dijanjikan tak akan merumput hingga akhir musim. Namun hasil buruk di La Liga memaksa Capello mencabut penyataannya dan melibatkan Beckham dalam beberapa laga penting hingga akhirnya merebut gelar juara Liga. (din/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads