Polemik terjadi di Korea Selatan, setelah skuad Timnas U-23 menang medali emas Asian Games 2026 dan senang tidak ikut wajib milier. Pemerintahnya tidak suka!
Timnas Korea Selatan U-23 menang 1-0 atas Jepang di final Asian Games 2026. Mereka menangi medali emas.
Seperti diketahui, para atlet berprestasi di Korea Selatan dapat 'mengugurkan' kewajiban untuk ikut wajib militer. Sebagian besar pria di Korsel harus ikuti wajib militer selama 18 hingga 21 bulan, sebelum menginjak usia 28 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak tahun 1973, peraih medali Olimpiade dan medali emas Asian Games diperbolehkan mengganti masa dinas tersebut dengan layanan tambahan. Itu hanya mencakup pelatihan dasar selama tiga minggu.
Kapten Timnas Korea Selatan U-23, Lee Gi-hyuk begitu senang dengan perolehan medali emas. Malah Lee sesumbar, motivasi untuk meraih emas adalah demi menghindari wajib militer.
"Kami di ruang ganti penuh motivasi untuk menang medali emas, demi tidak ikut wajib militer," jelasnya dilansir dari Al Jazeera.
"Kami pun bisa menang dan dapat medali ini," katanya sambil mengangkat medalinya dengan penuh senyuman.
"Medali dan kemenangan dalam kejuaraan itu tidaklah penting. Saya bermain dengan satu hal saja di benak saya: imbalan pengecualian wajib militer," timpal winger Yang Min-hyuk.
Hal itu jadi polemik di Korea Selatan. Pemerintahnya tidak senang!
"Komentar beberapa pemain setelah pertandingan itu sungguh keterlaluan," tulis politisi Ahn Cheol-soo dari Partai People Power.
"Bahkan sang kapten menyombongkan diri karena tidak perlu menjalani wajib militer. Apakah semua anak muda yang mendaftar wajib militer setiap tahun itu orang bodoh?" ketusnya.
Mantan anggota parlemen Yoo Seong-min ikut mengomentari. Bawa-bawa BTS!
"Apakah adil jika BTS harus menjalani wajib militer sementara peraih medali emas Asian Games dibebaskan?" ujarnya.
Juru bicara Kementerian Pertahanan, Chung Binna sampai angkat bicara. Pemerintah mau revisi aturan bebas wajib militer bagi para atlet berprestasi!
"Pada akhirnya, kami berencana untuk mengurangi atau menghapuskan layanan alternatif, termasuk yang diperuntukkan bagi seniman dan atlet," tegasnya.
(aff/krs)










































