Kedua raksasa Eropa itu pernah bertarung di babak semifinal Piala Eropa --format lawas Liga Champions-- musim 1964/1965. Dalam laga tersebut, "Si Merah" menang 3-1 di Anfield namun kalah 0-3 di leg kedua dan tersisih dengan agregat 3-4.
Pada pertemuan kedua di San Siro tersebut, pertandingan berjalan kontroversial, di mana gol Joaquin Peiro buat Inter konon harus dianulir setelah dia mencuri bola dari kiper Liverpool, Tommy Lawrence.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemain yang memegang rekor penampilan terbanyak buat Liverpool itu menambahkan kalau kemenangan timnya dalam pertemuan pertama menjadi sia-sia karena keberpihakan wasit kepada Inter di leg kedua.
"Ketika kami ke Italia di pertemuan kedua dan hal yang menonjol selain ofisial adalah atmosfernya yang sangat mengintimidasi. Kami tidak akan bisa mengalahkan mereka di malam itu apapun yang kami lakukan, dan wasit memberikan semuanya kepada wakil Italia," sesal Callaghan.
Mengingat begitu tangguhnya Inter di kompetisi domestik, Callaghan yang jadi Anfield Gang pada periode 1960-1978 itu menilai kalau pertandingan nanti akan berjalan alot. Meski begitu, Liverpool masih lebih tangguh di Eropa.
"Kami tampaknya selalu bisa bicara banyak di Eropa dan saya yakin kami bisa mengalahkan mereka. Saya pikir kami butuh beberapa gol di Anfield demi mengalahkan mereka, namun dengan pemain seperti (Fernando) Torres dan Stevie Gerrard kami pasti bisa mencapainya," tandas pria 65 tahun itu. (krs/ros)











































