sepakbola

Fans Lyon Kecam Kerusuhan Prancis, Tak Terima Kotanya Dirusak

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Fans Lyon Kecam Kerusuhan Prancis, Tak Terima Kotanya Dirusak


Bayu Baskoro - detikSepakbola

Fans Lyon membentangkan spanduk Lyon 1950 Anti-Penjarahan saat menghadapi Nice. (Foto: AFP/JEFF PACHOUD)
Fans Lyon membentangkan spanduk Lyon 1950 Anti-Penjarahan saat menghadapi Nice. (Foto: AFP/JEFF PACHOUD)
Lyon -

Fans Olympique Lyon mengecam kerusuhan yang terjadi di Prancis. Mereka tak terima kotanya dirusak, termasuk vandalisme monumen koki legendaris Lyon.

Prancis dilanda kerusuhan besar-besaran pada Sabtu (17/10/2026). Demonstrasi menolak kenaikan harga berubah menjadi huru-hara disertai perusakan dan penjarahan.

Kota-kota besar seperti Paris, Lyon, dan Marseille jadi sasaran perusakan dan penjarahan. Toko-toko niaga dirusak, balai kota dibakar, sementara beberapa monumen mengalami vandalisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu monumen yang dirusak dalam kerusuhan itu adalah monumen Paul Bocuse. Patung perunggu koki asal Lyon itu dicabut dari tempatnya dan dibiarkan tergeletak di jalanan, tepat di dekat gedung turisme Lyon yang dibakar perusuh.

ADVERTISEMENT

Paul Bocuse adalah sosok legendaris dalam dunia gastronomi Prancis. Pria yang wafat pada 20 Januari 2018 ini jadi inspirasi utama untuk karakter Chef Auguste Gusteau pada film animasi terkenal "Ratatouille".

Pendukung Olympique Lyon menyampaikan penolakan atas kerusuhan yang terjadi di kotanya. Mereka membentangkan spanduk dukungan bagi orang-orang yang terkena dampak kerusuhan saat timnya menjamu Nice dalam lanjutan Liga Prancis, Minggu (18/10/2026).

"Toko-toko dijarah, kota dirusak, institusi Bocuse dinodai: dukungan untuk mereka yang menjaga Lyon tetap hidup," begitu isi spanduk yang dibentangkan fans Lyon.

Pemerintah Prancis menangkap sedikitnya 1.200 orang atas kerusuhan yang terjadi. Setidaknya 1.500 toko rusak dan mengalami penjarahan, dengan total kerugian mencapai puluhan juta euro.


(bay/cas)











Hide Ads