Bersumpah Mati Demi Timnas

Bersumpah Mati Demi Timnas

- Sepakbola
Rabu, 02 Jan 2008 15:57 WIB
Bersumpah Mati Demi Timnas
Beijing - Lolos lagi ke putaran final Piala Dunia menjadi semacam harga mati buat tim nasional Cina. Untuk mencapainya, tim besutan Vladimir Petrovic itu berikrar siap berkorban darah dan keringat.

Buat Cina --ataupun timnas lain secara umum-- jalan menuju Afrika Selatan tahun 2010 tidaklah mudah. Selain panjang dan berliku, lawan-lawan tangguh yang menanti dijamin akan membuat siapapun tak boleh lengah.

Dedikasi, keseriusan atau pengorbanan tentu jadi tuntutan mutlak untuk menembus pentas Piala Dunia. Hal tersebut sudah siap dilakukan sekaligus dituangkan timnas Cina dalam sebuah sumpah bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya berikrar untuk lolos ke Piala Dunia, yang adalah tujuan profesional yang kami perjuangkan. Kami bersumpah mati untuk menyingkirkan seluruh halangan dalam perjalanan berdarah untuk membela kebanggaan ibu pertiwi dan mewujudkan mimpi masa muda kami," ikrar para pemain Cina dilansir Beijing Youth Daily yang diberitakan Yahoosport, Rabu (2/1/2008).

Demi menebalkan semangat sekaligus peneguh tekad, kompensasi berupa bonus juga tak absen jadi iming-iming. Asosiasi Sepakbola Cina turut berikrar menggelontorkan uang sebesar delapan juta yuan atau 1,09 juta dolar (sekitar Rp 10,3 miliar), jika Cina lolos ke Piala Dunia 2010.

Bukan hanya itu, anggota tim negeri "Tirai Bambu" tersebut juga akan menerima uang 500 ribu yuan (sekitar Rp 646 juta) untuk setiap kemenangan atas negara yang peringkatnya ada di 50 besar dunia dan 300 ribu yuan (sekitar Rp 387 juta) untuk tiga poin yang didulang atas negara yang berperingkat lebih rendah.

Jalan terjal menuju Piala Dunia 2010 memang sudah menanti Cina. Dalam pengundian fase kualifikasi, mereka harus menghuni grup "neraka" bersama juara Asia Irak, juara Asian Games Qatar dan tim tangguh Australia. Hanya dua tim teratas yang berhak lolos ke babak terakhir fase kualifikasi.

Sampai saat ini Cina baru satu kali lolos ke putaran final Piala Dunia, yakni pada tahun 2002. Ketika itu mereka pulang dengan babak belur setelah kalah di seluruh pertandingan tanpa mencetak satu gol pun.





Foto: Kapten Cina Zheng Zhi (BBC). (krs/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads