Seperti diketahui, FIFA menjatuhkan sanksi kepada Iran pada November 2006 karena keterlibatan pemerintah yang begitu besar terhadap federasi sepakbolanya. Hukumannya adalah sepakbola Iran diembargo dari semua aktivitas internasional.
Iran dianggap menyalahi artikel 17 peraturan FIFA mengenai kemandirian asosiasi sepakbola dari campur tangan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun embargo tersebut akhirnya dicabut FIFA dan Iran dinyatakan bebas dari sanksi, dengan catatan akan ada pembenahan dalam internal organisasi mereka.
Dan pembenahan yang diinginkan FIFA itu sudah dilakukan IFF. Dalam proses pemilihan yang berlangsung dengan pengawasan FIFA dan Federasi Sepakbola Asia (AFC) itu, Ali Kafashian akhirnya terpilih sebagai presiden IFF, menggantikan presiden sebelumnya, Mohammed Dagdan.
"Kafashian, sebagi kandidat tunggal, disetujui setelah kandidat yang pro-pemerintah lainnya (Mohammad Aliabadi dan Shahrokh Shahnazi) menarik diri dari bursa pencalonan," demikian seperti diwartakan kantor berita Iran ISNA, Kamis (10/1/2008).
Tugas pertama Kafashian adalah menunjuk pelatih untuk timnas-nya menjelang laga melawan Siria di Damaskus pada 6 Februari.
PSSI Kapan?
Aksi cepat IFF ini patut dicontoh oleh PSSI, yang hingga saat ini belum melakukan aksi nyata pascakeluarnya instruksi dari FIFA untuk mengubah pedoman dasarnya.
Hasil rapat EXCO dan tim bentukan PSSI Selasa malam di kantor PSSI lebih kepada pensosialisasian perubahan kepada anggota, bukan pada pembahasan mengenai pasal-pasal di AD/ART PSSI. Rencananya lanjutan rapat pembahasan baru akan dilakukan pada akhir Januari nanti.
(ian/din)











































