Sabtu (2/2/2008) lalu, Asosiasi Sepakbola Afrika (CAF) memilih Kanoute sebagai pesepakbola terbaik Afrika tahun 2007. Dia terpilih oleh suara mayoritas dari 53 pelatih timnas anggota asosiasi tersebut.
Empat hari setelah penghargaan tersebut, muncul komentar kontroversial dari Drogba langsung yang mengklaim kalau penghargaan tersebut seharusnya menjadi miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Jumat) siang saya menerima telepon dari pejabat tinggi CAF. Dia katakan ke saya kalau saya tidak datang dalam acara tersebut maka peraturannya akan berubah - yaitu saya tak lagi di posisi pertama dan penghargaan itu akan menjadi miliki sang runner-up, Frederic Kanoute," ungkap Drogba di Goal.
Drogba yang akhirnya cuma duduk di posisi kedua juga menyalahkan CAF terkait pemilihan tempat untuk menggelar ceremony tersebut. Bukannya dilakukan di Ghana yang sedang menjadi tuan rumah Piala Afrika, acara penganugrahan malah dilangsungkan di Togo.
"Kita semua bekerja di Benua Afrika, dan ada banyak media meliput (Piala Afrika) di Ghana yang sepuluh tahun lalu banyak dikritik. Jadi akan ada satu waktu di mana kita harus bekerja sama," lanjut Drogba.
Sebagai bentuk kekecewaan, pemain terbaik Afrika tahun lalu itu tak akan mau dicalonkan untuk penghargaan serupa.
"Saya pikir ini bukanlah jalan untuk menghormati Afrika jadi saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Ballon d'Or. Dalam pandangan saya penghargaan ini sudah kehilangan nilainya... Jika saya menolak ke Lome maka itu demi timnas, karena Anda tak seharusnya menggelar event seperti itu dua hari sebelum perempatfinal," pungkas Drogba. (din/ian)











































