Zidan lebih memilih klubnya saat itu, Mainz, ketimbang memperkuat negaranya pada perhelatan Piala Afrika 2006. Akibatnya ia tak bisa ikut menjadi pemenang, menyusul sukses Mesir menjadi juara di kandang sendiri.
Tak mau kehilangan kesempatan dua kali, Zidan tahun ini memilih timnas dan rela kehilangan beberapa pertandingan di Bundesliga -- walaupun faktanya ia lebih sering dimainkan dari kursi cadangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memilih klub adalah sebuah keputusan yang sulit waktu itu, dan saya kehilangan titel di Kairo. Keputusan kali ini juga sulit karena saya baru pindah ke Hamburg. Tapi saya memutuskan membantu Mesir karena saya pun ingin memperoleh kesempatan untuk merasakan menjadi juara," ujar Zidan seusai pertandingan seperti dikutip AFP.
Zidan di turnamen Piala Afrika tahun ini mencetak dua gol. Di final, saat Mesir menekuk Kamerun 1-0, ia memberi assist buat dituntaskan Mohamed Aboutraika di menit 77. Gol pertama Zidan di gawang Kamerun di babak grup dinominasikan sebagai yang terbaik di kompetisi ini.
"Sebuah kehormatan menjadi anggota tim ini, tim terkuat di Afrika," tukasnya. "Kami sedang menjalani mimpi kami sekarang."
(a2s/din)











































