Adalah kekhawatiran UEFA terhadap kesiapan Polandia dan Ukraina yang membuka peluang Italia "menyerobot" jatah tuan rumah kedua negara tersebut. Meski digelarnya masih empat tahun lagi, Otoritas Tertinggi Sepakbola Eropa itu mengkhawatirkan kedua negara Eropa Timur itu akan mengalami masalah dalam hal kesiapan sarana.
"UEFA telah memberi deadline empat hingga enam bulan buat Polandia dan Ukraina untuk menyiapkan segalanya ke level yang dinginkan. Keputusan yang dibuat tahun 2007 punya tujuan politis karena adanya keinginan untuk meningkatkan (persepakbolaan) Eropa Timur," ungkap Presiden FIGC, Giancarlo Abete, dalam wawancaranya dengan Radio Rai seperti diberitakan Goal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan lihat perkembangannya usai Euro 2008. Sejujurnya saya berharap dua negara itu bisa menjadi taun rumah, tapi jika ada masalah kompetisi untuk menjadi tuan rumah kembali terbuka. Kita juga harus memikirkan soal restrukturisasi stadion sebelum membuat keputusan apapun," lanjut Abete.
Kalaupun akhirnya gagal jadi tuan rumah, publik Italia mungkin cuma butuh menunggu empat tahun lagi mengingat mereka punya rencana mengajukan diri untuk bisa menggelar Euro 2016. (din/krs)











































