Dari hasil polling di situs resmi klub itu, yang diadakan dalam rangka menyambut pertandingan kompetitifnya yang ke-5.000, Tevez memperoleh suara terbanyak yakni 41,24 persen. Ia mengungguli penyerang top di awal era 90-an, Viola, dan bomber handal di pertengahan 80-an, Walter Casagrande.
Terpilihnya Tevez dinilai mengejutkan karena ia mengalahkan banyak pemain besar yang pernah dilahirkan klub ini termasuk topskorer sepanjang masa, Claudio Christovam de Pinho, yang mencetak 305 dalam 554 pertandingan. Ia hanya menerima persentase yang kecil dari polling tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dibeli dari Boca Juniors pada Desember 2004 seharga 20 juta dolar AS -- rekor transfer tertinggi di Amerika Selatan--, Tevez sempat disambut dingin oleh suporter Corinthians, termasuk presiden klub sendiri, Lula. Namun performa yang fantastis serta kepribadian yang baik membuatnya kemudian menjadi pemain kesayangan.
Tevez bahkan diberikan ban kapten, dan lalu membawa klubnya menjuarai Liga Brasil 2005. Di akhir musim itu ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dan menjadi pemain non-Brasil pertama yang memenangi penghargaan tersebut sejak 1976.
Tevez bertahan di Corinthians hanya sampai pertengahan 2006, setelah menyumbangkan 25 gol dari 38 pertandingan di liga domestik. Pada akhir Agustus tahun itu ia dilepas ke West Ham United dan semusim kemudian hijrah ke Manchester United.
(a2s/ian)











































