"Piala Dunia ini tidak boleh gagal," ujar Irvin Khoza, ketua panitia lokal (LOC), dalam sebuah konferensi pers di Johannesburg seusai dilakukannya inspeksi oleh para pejabat FIFA di beberapa tempat.
Sebagai informasi, persoalan yang menggelayuti perhelatan perdana Piala Dunia di benua Afrika itu adalah tingginya tingkat kejahatan, membengkaknya anggaran serta krisis kepemimpinan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi masalah krisis listrik yang tengah melanda negeri di ujung selatan Afrika itu. Pemadaman bergilir dilakukan karena kurangnya pasokan setrum. Jutaan warga pun terpaksa harus hidup tanpa listrik.
Meski Pemerintah menjamin stadion-stadion penyelenggara akan mendapatkan pasokan listrik, tetap saja hal ini membuat banyak pihak enggan datang ke Afsel. Padahal, panitia mengharapkan mampu menarik sekitar 450 ribu pengunjung di masa perhelatan Piala Dunia.
Seakan belum cukup, konflik internal juga turut membuat ruwet persiapan Afsel. Tim Modiste, ketua bidang pemasaran dan komunikasi, mengundurkan diri karena terlibat perseteruan dengan Chief Executive LOC, Danny Jordaan.
Semua persoalan rumit itu ternyata tidak membuat panitia patah arang. Optimisme tetap berusaha mereka hembuskan demi suksesnya pertunjukkan terakbar sepakbola dunia tersebut.
"Kami akan bekerja bahu-membahu untuk memastikan penyelenggaraan Piala Dunia ini sukses," tandas Khoza seperti diwartakan YahooSports.
Foto: Proses pengerjaan Stadion Mbombela di kota Nelspruit, terus dikebut (AFP/Isaac Mangena)
(arp/ian)











































