Meski setahun sebelumnya sudah menjuarai Piala UEFA untuk kali pertama, namun musim 2006/2007 menjadi tonggak sejarah tersendiri buat Sevilla. Selain sukses mempertahankan tropi yang sama, untuk kali pertama sejak berdiri tahun 1905 mereka lolos ke Liga Champions.
Berstatus debutan, Javi Navarro dkk sama sekali tak menunjukkan kalau mereka berada di level yang berbeda. Usai menjalani enam matchday hasilnya justru sangat mengejutkan karena Sevilla mampu duduk di puncak klasemen Grup H, di atas Arsenal yang juga sempat mereka kalahkan 3-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juande Ramos mungkin menjadi otak dibalik Sukses Sevilla menggondol dua tropi Piala UEFA ke ke Ramon Sanchez Pizjuan. Tapi kepergiannya ke Tottenham Hotspur akhir Oktober lalu nyatanya tak mengurangi kekuatan klub Andalusia itu.
Soal tim debutan yang akhirnya mampu menancapkan kukunya di Eropa, Sevilla mungkin bisa menapaki jejak Villarreal dua musim lalu. Saat itu "Kapal Selam Kuning" membalikkan semua prediksi dengan sukses melangkah ke semifinal sebelum akhirnya ditundukkan Arsenal lewat gol tunggal Kolo Toure.
Sama seperti Sevilla kini, Villarreal juga mampu memuncaki klasemen. Lawan yang berturut-turut mereka singkirkan di babak knock out adalah Rangers dan Inter Milan.
Sevilla pun terbilang diuntungkan undian babak 16 besar karena mereka cuma dipertemukan dengan Fenerbahce. Meski sudah sering lolos ke Liga Champions, ini merupakan kali pertama wakil Turki itu melaju ke babak kedua.
"Tim ini tahu bagaimana harus menangani diri sendiri dengan baik setelah berpartsipasi di Piala UEFA untuk tiga tahun berturut-turut," ungkap gelandang Adriano Correia di Goal. Jadi, bisa mengikuti Villarreal, Sevilla?
(din/a2s)










































