Inter Berharap Sejarah Terulang

Inter Berharap Sejarah Terulang

- Sepakbola
Rabu, 20 Feb 2008 06:35 WIB
Liverpool - Inter Milan harus mengakui ketangguhan Liverpool saat dihajar 0-2 di Anfield. Kini allenatore Nerazzuri Roberto Mancini pun berharap sejarah 43 tahun silam kembali terulang.

Dijamu The Reds, Rabu (20/2/2008) dinihari WIB, Inter praktis berada di bawah tekanan lawan sepanjang pertandingan karena sudah harus kehilangan satu pemain, Marco Materazzi, semenjak menit 29.

Sampai dengan menit 85, skor 0-0 sepertinya bakal jadi hasil akhir karena tuan rumah selalu gagal menjaringkan bola ke gawang Inter yang dikawal Julio Cesar. Dalam situasi itu hasil imbang tentu sangat bagus buat tim tamu. Akan tetapi dua gol oleh Dirk Kuyt dan Steven Gerrard di lima menit terakhir harus membuyarkan angan La Beneamata tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan tertinggal agregat dua gol, langkah Inter untuk melangkah ke perempatfinal Liga Champions jadi lebih berat meski di pertemuan kedua bakal jadi tuan rumah. Namun kemenangan sekaligus tiket lolos bukannya tidak mungkin diraih Zlatan Ibrahimovic cs.

Hal tersebut bercermin dari satu-satunya pertemuan antara Inter dan Liverpool di Piala Eropa --format lama Liga Champions-- pada tahun 1965. Ketika itu Inter kalah 1-3 di Anfield namun menang 3-0 di Giuseppe Meazza pada pertemuan kedua. Saat itu tim "Biru Hitam" bahkan terus melaju untuk jadi jawara.

"Sepertinya kebetulan, tapi mungkin saja masa lalu datang lagi. Kami butuh tiga gol untuk lolos dan jelas kami mampu melakukannya, tapi kami harus mengakhiri pertandingan dengan seluruh pemain kami," tegas Mancini seperti dikutip Channel 4.

Pertarungan leg kedua antara Inter dan Liverpool akan dilangsungkan pada 11 Maret mendatang, meski partai 16 besar lainnya sudah tuntas sepekan sebelumnya. Alasannya, Stadion San Siro/Giuseppe Meazza bakal digunakan oleh AC Milan untuk menjamu Arsenal sehingga Inter harus "mengalah".

(krs/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads