Kepada Football Italia bek Inter Milan itu mengungkapkan hasratnya itu, bahwa ia optimistis Italia bisa mengawinkan gelar juara dunia yang didapatnya di Piala Dunia 2006 dengan titel Piala Eropa bulan Juni-Juli nanti di Austria-Swiss.
"Kami akan memenanginya," tukas dia. "Kami sangat menginginkannya karena kami ingin masuk buku sejarah sepakbola Italia."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Materazzi sesungguhnya pun sudah akan terus diingat, salah satunya dari insiden penghinaan yang dilakukannya terhadap Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006, yang membuat ia ditanduk dadanya oleh bintang Prancis itu.
Namun, dengan mempersembahkan dua gelar terhormat buat Italia sudah barang tentu akan membuatnya dikenang dengan lebih indah. Bahwa kesempatan mengenakan kostum Azzurri adalah sesuatu yang sangat membanggakan buat dia.
"Kenapa timnas Italia begitu penting buat saya? Karena saya pernah bermain di level yang rendah selama bertahun-tahun ketika saya tak punya banyak target seperti Scudetto dan Liga Champions, apalagi seragam Azzurri."
"Bermain untuk Italia adalah sulit. Saat ini saya tahu bahwa saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya. Saya pantas memperoleh tempat di tim Italia, lebih dari siapapun," tegasnya.
Meskipun sudah tak muda lagi, tapi Materazzi hampir dipastikan menjadi pilihan utama pelatih Roberto Donadoni di Euro nanti, mendampingi kapten Fabio Cannavaro, menyusul Alessandro Nesta yang telah memutuskan pensiun.
(a2s/a2s)











































