Seperti diberitakan sebelumnya, Spanyol terancam sanksi larangan bertandingan di semua event milik FIFA menyusul campur tangan pemerintah yang dianggap terlalu besar. Melalui Kementrian Olahraga, pemerintah Spanyol meminta semua cabang olahraga yang tidak lolos ke Olimpiade 2008 untuk mengadakan pemilihan ketua umum baru sebelum Agustus 2008.
Aturan pemerintah tersebut bertentangan dengan statuta RFEF yang baru akan mengelar pemilihan selambatnya November 2008, saat masa kepemimpinan pengurus sebelumnya berakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pemungutan suara sebanyak 115 suara sepakat untuk menggelar pemilihan sesuai waktu yakni paling lambat November. Sementara hanya tiga suara yang setuju untuk menjalani ketentuan pemerintah dan satu suara abstein.
"Ini adalah tahun pemilihan dan kami akan menghormatinya. Federasi, presiden dan anggota dewan bertekad menghormati hukum yang ada dan bukannya (mengikuti) perkembangan hukumnya," ungkap Presiden RFEF, Angel Maria Villar seperti diberitakan International Herald Tribune.
Dalam statutanya FIFA dengan tegas melarang campur tangan pemerintah yang terlalu dalam terhadap asosiasi sepakbola di negara yang bersangkutan. Dengan niat baik yang ditunjukkan RFEF, bisa jadi ancaman tersebut dihilangkan meski hingga kini belum ada komentar resmi dari FIFA.
Juli tahun lalu FIFA sempat menghukum Yunani selama 48 jam akibat masalah serupa. Namun sanksi tersebut kemudian dicabut setelah parlemen Yunani menetapkan aturan baru. (din/din)











































