Stadion kebanggaan Milan, yang dihuninya bersama rival sekota Inter Milan, itu bisa dibilang sudah menjelma jadi kuburan klub-klub Inggris. Sebelas kali menjajal tim Inggris, Rossoneri tujuh kali jadi pemenang dan empat kali imbang, tanpa pernah kalah.
Akan tetapi The Gunners tak boleh gemetar ketakutan. Mereka mutlak menang di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (4/3/2008), demi memastikan satu tiket ke perempatfinal mengingat pertemuan pertama di Emirates berakhir dengan skor 0-0.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka punya pemain seperti (Filippo) Inzaghi, (Alexandre) Pato, Kaka atau (Andrea) Pirlo yang bisa menohok Anda jika posisi Anda terlalu ke dalam, jadi kami harus disiplin namun juga berani," tegas Wenger seperti dilansir Timesonline, Selasa (4/3/2008).
Selain itu, The Professor juga tak ingin ketangguhan Milan plus rekor positifnya di kandang mengintimidasi Arsenal. Maka manajer Prancis tersebut turut mencoba melahirkan kepercayaan diri dengan bercermin kepada kompetisi domestik Il Diavolo Rossi.
Di ajang Seri A Italia San Siro memang sudah tak suci lagi karena Milan sudah dua kali menderita kekalahan, yakni atas Empoli dan AS Roma. Kalau dua tim itu bisa, kenapa Arsenal tidak? "Saya merasa banyak tim yang sudah memberikan mereka (Milan) masalah, terutama di San Siro," ceplos Wenger.
Memang, Milan dijamin tak bakal dengan mudah membiarkan skenario yang sama terulang di Liga Champions. Namun setidaknya Arsenal bisa belajar dari situ. "Kami sadar, mereka akan menaikkan level untuk partai ini. Mereka adalah tim yang bisa memilih kompetisi ini, namun kami harus bisa jadi lebih semangat karena ada tim lain yang bisa tampil bagus di San Siro."
(krs/a2s)











































