Pasca kemenangan 7-1 atas AS Roma di Liga Champions musim lalu, Old Trafford jadi lebih angker. Siapa pun yang bertamu ke sana sekarang bakal dihantui oleh rasa khawatir bakal kembali jadi korban amukan "setan-setan" yang berseragam kebanggaan warna merah tersebut.
Pun demikian dengan para pemain Lyon yang bakal melawat dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (5/3/2008) dinihari WIB. Para pemain dari klub wakil Prancis itu diklaim bek kiri MU Patrice Evra, sedang gemetar ketakutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah bicara dengan beberapa pemain Lyon. Penjaga gawangnya, Gregory Coupet, bercanda dengan saya kalau dia tak mau jadi korban skor 7-1 seperti lawan Roma! Saya pikir partai itu terpatri di benak banyak pemain yang datang ke sini dalam laga Eropa. Itu unik tapi bisa memengaruhi tim," lanjut bek asal Prancis tersebut.
Bermain di kandang sendiri diiringi gegap gempita sorakan dari fans juga bikin Evra kian yakin Red Devils bakal meraih kemenangan, sementara sang lawan semakin terintimidasi dan tampil buruk.
"Sejujurnya saat bermain di Old Trafford saya merasa lebih bertenaga, kaki saya lebih berenergi, lebih berkarakter. Ini adalah stadion besar, sisi lapangannya luas dan kami bermain dengan kecepatan. Banyak tim tak menyukai itu dan mereka bisa kesulitan," jelas dia.
Evra pun menegaskan keyakinannya kalau MU bakal memupus impian Lyon, sekaligus memperpanjang mimpi indah tim Sir Alex Ferguson di Liga Champions dalam laga nanti. "Ini disebut Theatre of Dreams, namun itu hanya berlaku buat United, bukan buat tim lain!"
Foto: Carlos Tevez pencetak gol MU ke gawang Lyon dalam pertemuan pertama (AFP/Jean-Philippe Ksiazek).
(krs/key)











































