Modal mantap sudah dimiliki Barcelona. Kemenangan 3-2 yang Los Cules petik di kandang Celtic adalah hasil yang sangat berharga. Sebabnya, Barca tinggal membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke delapan besar.
Partai kontra Celtic yang akan dihelat di Camp Nou, Rabu (5/3/2008) dinihari WIB, ternyata sudah dinanti-nanti oleh Rijkaard, pelatih Barcelona. Rijkaard pun menyadari bahwa antusiasme yang sama pasti dimiliki oleh segenap fans Barca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rijkaard bukannya tidak menyadari bahwa Celtic adalah tim yang bisa menyulitkan Barca. Pria berkebangsaan Belanda itu menyebut beda kualitas timnya dengan sang jawara Skotlandia tidaklah jauh.
"Celtic adalah klub yang sangat bagus dan saya pikir tidak ada perbedaan yang jauh di antara kami. Kami pernah bertemu beberapa tahun belakangan. Tapi partai inilah yang menjadi fokus penting saya ketimbang hasil-hasil di masa lalu," papar Rijkaard kemudian.
Kedua klub memang pernah beberapa kali saling menguji kekuatan. Babak keempat Piala UEFA 2003/2004 pernah mempertemukan mereka. Di Camp Nou, kedua tim bermain sama kuat 0-0.
Hasil seri juga terjadi saat Barca menjamu Celtic di Camp Nou pada fase grup Liga Champions 2004/2005. Saat itu, pertarungan kedua kubu berakhir 1-1.
Skor imbang memang akan membuat Celtic masuk kotak. Tapi mempertahankan catatan tak terkalahkan di tanah Catalunya tentunya suatu kebanggan bagi The Bhoys --julukan Celtic-- dan suporter setianya.
"Saya yakin Celtic bersiap untuk menunjukkan penampilan hebat. Tapi Liga Champions itu sangat, sangat penting bagi kami. Kami akan menyelesaikan pekerjaan kami," tutup Rijkaard.
(arp/key)











































