Diboyong ke Emirates Januari 2006, Walcott dihargai lima juta poundsterling (sekitar 90 miliar)-- jumlah yang bisa membengkak lebih dari dua kali lipat karena beberapa klausul yang menyertai deal tersebut. Jelas bukan nominal yang kecil buat seorang pemain yang baru berusia 16 tahun.
Enam bulan bersama The Gunners, Walcot bahkan langsung dipanggil ke dalam skuad Inggris untuk tampil di Piala Dunia 2006. Ketika itu dia menyisihkan sederet nama striker top Inggris seperti Darren Bent, Andy Johnson, Dean Ashton dan Jermain Defoe. Meski akhirnya sama sekali tak bermain di turnamen akbar tersebut, nama Walcott kian melambung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingkat ekspektasi sangat tinggi karena dia masih sangat muda dan terlalu dini untuk menjadi sorotan. Dia akan mampu memberi apa yang saya harapkan dari dia, tapi saat ini dia tak tak mampu melakukannya," ungkap Manajer Arsenal Arsene Wenger pada suatu ketika.
Setali tiga uang dengan komentar manajernya, kapten Arsenal William Gallas pun memberikan nilai yang kurang buat Walcott. Menurutnya, sang yunior memang berbakat, kendati masih memiliki setumpuk kekurangan.
"Saya pikir Theo Walcott bisa jadi Wayne Rooney baru tapi dia harus mengubah gaya permainan. Dia harus bekerja keras dalam latihan karena semua orang tahu ke mana dia akan membawa bola," tutur Gallas kepada majalah GQ, yang dikutip The Sun, sebelum Arsenal menghadapi AC Milan pada laga Liga Champions di San Siro, Rabu (5/3/2008).
"Dia selalu memakai kaki kanan, jadi dia harus biasa menggunakan bagian dalam kaki kirinya. Dia harus lebih tak tertebak dan leboh fokus. Terkadang dia juga terlalu lama menguasai bola," lanjut Gallas.
Meski begitu, perlahan tapi pasti Walcott sudah mulai nyetel dengan permainan para rekannya di lapangan dan bisa memperlihatkan kebolehannya. Musim ini total lima gol dibuatnya, masing-masing dua di Liga Champions dan Liga Primer, sementara satu lainnya dibuat di Piala Carling.
Bukan hanya urusan bobol-membobol gawang, Walcott juga memperlihatkan kalau dirinya mampu jadi kreator gol. Yang teranyar yakni di laga melawan Milan, ketika bola hasil umpan tariknya dari sayap merobek barisan pertahan Rossoneri, untuk kemudian diteruskan Adebayor. Arsenal pun memastikan diri ke babak perempatfinal Liga Champions.
Assist tersebut juga bak jadi jawaban Walcott atas kritik yang dilemparkan Gallas sebelum laga dimulai. Juga sekaligus jadi bukti akan kemampuan dirinya.
Kini tinggal menanti apakah Walcott akan mampu terus melahirkan gol dan assist buat timnya, sekaligus memenuhi ekspektasi yang dibebankan kepadanya.
(krs/arp)











































