Demirel, dari Pecundang Jadi Pahlawan

Demirel, dari Pecundang Jadi Pahlawan

- Sepakbola
Rabu, 05 Mar 2008 11:03 WIB
Demirel, dari Pecundang Jadi Pahlawan
Sevilla - Volkan Demirel menjadi bintang Fenerbahce saat melewati Sevilla. Sempat membuat dua kesalahan yang bikin nasib Fenerbahce kritis, Demirel berubah jadi pahlawan di akhir laga.

Mengawali pertandingan perdelapanfinal Liga Champions di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (5/3/2008) dinihari WIB, Fenerbahce berada di depan dengan keunggulan 3-2 yang mereka dapatkan pada leg pertama di kandang sendiri.

Tapi kesalahan Demirel di awal-awal pertandingan sempat membuat patah hati seisi skuad Sari Kanarlayar --julukan Fenerbahce. Dua kali kiper berusia 26 tahun itu "membiarkan" bola dengan mudah membobol gawangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesalahan pertama Demirel terjadi saat laga baru berusia lima menit. Sebuah tendangan bebas dari jarak 23 meter diluncurkan oleh bek Sevilla, Daniel Alves. Meski sebetulnya bisa menjangkau bola itu, posisi Demirel yang di belakang garis gawang membuat tepisannya malah masuk gawang sendiri.

Seakan belum cukup, Demirel membuat kesalahan lagi empat menit kemudian. Kali ini, adalah Seydou Keita yang membuat Demirel tampak bodoh. Dari jarak yang hampir sama dengan tendangan Alves, Keita melepaskan tembakan ke arah tengah gawang. Saat Demirel tampak akan bisa menghentikan bola, sang kiper malah menepis bola ke atas dan masuk gawang.

Sevilla pun memimpin 2-0 dengan memanfaatkan dua kesalahan itu. Kedudukan ini akan membuat klub Spanyol itu melaju ke perempatfinal karena secara agregat unggul 4-3.

Fenerbahce beruntung punya Deivid. Berkat striker asal Brasil itu, mereka mengejar skor jadi 1-2. Meski Frederic Kanoute membuat Sevilla unggul lagi 3-1, Deivid mencetak gol keduanya, yang mengubah skor jadi 2-3. Skor ini bertahan hingga masa 90 menit terlampaui.

Karena agregat menjadi 5-5, maka pertandingan pun harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Di waktu 30 menit ini, tak satupun tim yang mencetak gol tambahan. Adu penalti pun menjadi tak terelakkan.

Di sinilah Demirel menggapai titik baliknya malam itu. Kiper yang sudah 39 kali memperkuat timnas Turki itu menggagalkan tiga tendangan penalti pemain-pemain Sevilla.

Mereka yang gagal menembus gawang Demirel adalah Julien Escude, Enzo Maresca dan yang spesial: Alves. Sepertinya Volkan tak ingin mengulangi dua kesalahan bodohnya yang membuat Fenerbahce nyaris tersingkir.

Malam itu, Demirel berubah dari pecundang menjadi pahlawan. Dari seorang pembuat kesalahan menjadi orang yang paling berperan meloloskan Fener ke perempatfinal Liga Champions.

Selain memuji karakter timnya, Zico, pelatih Fener, pun tak lupa mengomentari kiprah Demirel.

"Saya menaruh kepercayaan besar kepada Demirel. Dia mungkin membuat kesalahan-kesalahan, tapi dia menunjukkan karakternya saat adu penalti," ujar Zico pendek kepada UEFA.

(arp/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads