Dikatakan sulit karena sejak memenangi Liga Champions musim 2001/2002 kub terbaik dunia abad 20 itu tak pernah mencapai final lagi. Jangan final, menembus semifinal pun baru satu kali dilakoni.
Di musim 2002/2003, atau dalam statusnya sebagai juara bertahan, Madrid dijegal Juventus di babak empat besar dengan agregat 3-4. Juve sendiri hanya menjadi runner up karena ditekuk AC Milan di final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu statistik Los Blancos menurun lagi dan belum kembali naik. Dalam empat musim terakhir mereka tersingkir lebih cepat, yakni di babak 16 besar. Empat tim yang mengandaskan mereka itu adalah Juventus (2004/2005), Arsenal (2005/2006), Bayern Munich (2006/2007), dan AS Roma (2007/2008).
Dengan demikian koleksi Piala Eropa di museum rekor Madrid masih sembilan. Lima yang pertama mereka raih di era 1950-an, lalu satu kali di era 60-an (musim 1965/1966), sedangkan tiga yang terakhir didapat dalam satu dekade terakhir.
Dalam laga terakhirnya di musim ini Madrid bahkan kalah telak. Menyerah 1-2 di Olimpico, di leg kedua di Santiago Bernabeu pun mereka keok dengan skor yang sama.
Ini berarti pelatih Bernd Schuster hanya punya satu kesempatan lagi untuk mempersembahkan gelar juara di musim pertamanya di Madrid. Karena juga sudah tersingkir di Copa del Rey, maka hanya titel La Liga harapan terakhir. Musim lalu Madrid juga hanya memungut satu tropi (liga) di bawah asuhan Fabio Capello.
"Sedih rasanya kami tereliminasi di putaran ini empat kali berturut-turut," ungkap direktur sport Real Madrid, Predrag Mijatovic, kepada Marca.
"Roma akan melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini," sambungnya. "Mereka datang ke sini dan bermain dengan semangat menggelora. Mereka tim yang hebat, berkualitas, dan memiliki pertahanan bagus. Mereka berhasil."
(a2s/din)











































