Ironi Tiga Tim Inggris

Ironi Tiga Tim Inggris

- Sepakbola
Kamis, 06 Mar 2008 10:32 WIB
Ironi Tiga Tim Inggris
Jakarta - Tiga klub asal Inggris sudah memastikan langkah ke perempatfinal Liga Champions. Tapi ternyata, dari enam orang penentu kelolosan itu, hanya satu pemain Inggris. Ironis?

Manchester United dan Arsenal menyabet tiket pada Rabu (5/3/2008) dinihari WIB. MU sukses mengungguli Lyon dengan agregat 2-1 dan Arsenal mempecundangi AC Milan 2-0. Sehari sesudahnya, Chelsea menyusul dengan unggul 3-0 atas Olympiakos.

Kelolosan MU ditentukan oleh seorang Cristiano Ronaldo, yang notabene berkebangsaan Portugal. Jangan lupakan pula, hasil 1-1 di kandang Lyon juga berkat gol Carlos Tevez, penyerang Argentina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak banyak beda, demikian juga proses kelolosan Arsenal. Dua gol The Gunners masing-masing diceploskan oleh Francesc Fabregas dan Emmanuel Adebayor. Yang pertama adalah pemuda berpaspor Spanyol dan yang kedua berkebangsaan Togo.

Citra Arsenal yang kosmopolit dengan kumpulan pemain-pemain terbaik dari berbagai penjuru jagat pun makin terpatri di sana.

Satu-satunya pemain Inggris yang menjadi salah satu penentu kelolosan klub Inggris adalah Frank Lampard. Gelandang timnas Three Lions itu mencetak satu dari tiga gol kemenangan Chelsea atas Olympiakos. Dua sisanya dihasilkan oleh Michael Ballack (Jerman) dan Salomon Kalou (Pantai Gading).

Di luar ketiga klub itu, masih ada Liverpool. The Merseyside Reds sudah menabung keunggulan 2-0 atas Inter Milan di leg pertama perdelapanfinal Satu gol Liverpool disumbangkan oleh sang kapten yang juga berdarah Inggris, Steven Gerrard.

Liverpool akan menghadapi Inter lagi di leg 2 di Milan, 11 Maret mendatang. Patut kita tunggu, apakah akan ada pemain Inggris yang akan menentukan kelolosan klub Inggris. Atau, justru lagi-lagi pemain asing yang berperan.

Ironis? Barangkali benar. Sebelum ini, kegagalan Inggris lolos ke putaran final Euro 2008 saja sudah banyak memunculkan tudingan bahwa pemain asing terlalu mendominasi klub-klub (papan atas) Liga Inggris.

Dengan serbuan foreigners, bakat-bakat asli Inggris akan terus kalah bersaing. Meski klub-klub negeri Ratu Elizabeth itu menguasai belantara Eropa, tapi diiringi dengan jebloknya prestasi timnas, tentu bukanlah pilihan yang menyenangkan.

(arp/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads