Adalah gol dari Dirk Kuyt dan sepakan jarak jauh Steven Gerrard yang mengantar Liverpool melangkahkan setengah kakinya ke babak delapan besar Liga Champions menyusul kemenangan 2-0 Liverpool atas Inter.
Meski tak menyumbang gol namun performa dan peran Torres dalam laga tersebut terbilang penting. Pergerakannya bahkan kemudian memaksa Marco Materazzi melakukan pelanggaran keras yang berujung keluarnya dua kartu kuning, inisden ini sedikit banyak membantu The Kop keluar sebagai pemenang karena keunggulan jumlah pemain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia sudah membuat Materazzi panas di leg pertama. Materazzi mungkin berpikir dia diperdaya dengan kartu merah, tapi dia (Matrix) juga lolos dari hukuman ketika melakukan pelanggaran sebelum menerima kartu kuning pertama. Itu menunjukkan berapa Torres dengan kekuatan dan tenaganya mampu membuat sang juara dunia menjadi tidak nyaman," ungkap Gerrad di Soccernet.
Jika Torres tak mampu mencetak gol di leg pertama, maka pada leg kedua nanti mantan pemain Atletico Madrid itu diyakini akan kembali pada kebiasaannya menyumbang gol. Dengan 25 gol yang sudah dicetaknya dari 34 laga, tiket ke babak delapan besar diharapkan datang darin striker 23 tahun itu.
"Kami akan mencoba memukul mereka melalui counter-attack dan Torres memainkan peran tersebut lebih baik dibanding siapapun. Bukan cuma melepaskan umpan panjang untuk kemudian dikejarnya, tapi dia mampu mengubah keadaan seperti yang dilakukan di Merseille saat kami membutuhkan kemenangan untuk lolos," lanjut Gerrard.
Kemenangan atau paling buruk kalah dengan silisih satu gol akan mengantar The Reds menyusul tiga klub Liga Inggris lainnya yang sudah lebih dulu lolos yakni Arsenal, Manchester United dan Chelsea. Mampukah Liverpool melakukanya?
"Siapapun pemain yang mengisi posisi Materazzi tak akan mampu bertahan 90 menit saat harus menghadapi Fernando," pungkas sang kapten yakin.
(din/ian)











































