Empat dari delapan peserta perempatfinal datang dari Inggris. Mereka adalah Arsenal, Chelsea, Liverpool dan Manchester United. Sisanya, masing-masing satu tim dari Spanyol (Barcelona), Italia (AS Roma), Jerman (Schalke 04) dan Turki (Fenerbahce).
Tiga nama terakhir adalah tim-tim yang paling tidak diunggulkan untuk bisa mengangkat trofi Liga Champions di Moskow, 22 Mei mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebetulnya, ada lagi dua tim yang juga tidak memiliki tradisi cemerlang di level benua, yakni Arsenal dan Chelsea. Arsenal baru pernah sekali ke final Liga Champions. Sementara pencapaian terbaik Chelsea adalah dua kali merengkuh Piala Winners (almarhum), yakni pada 1971 dan 1988.
Namun keduanya tetap diunggulkan karena faktor kekuatan terkini. Baik Arsenal maupun Chelsea disesaki oleh pemain-pemain kelas atas yang dianggap cukup kompeten membawa mereka berprestasi tinggi di Eropa.
Kembali ke tiga klub non-unggulan tadi, Roma barangkali adalah tim yang paling tidak bisa dipandang sebelah mata. I Giallorossi meraup tiket 8 Besar dengan mengangkangi Real Madrid, sembilan kali jawara Liga Champions, di perdelapanfinal.
Roma juga pernah melangkah hingga final Piala Champions tahun 1984. Kala itu, Roma dipecundangi Liverpool di partai puncak di kandang sendiri, Stadion Olimpico Roma, melalui drama adu penalti.
Barangkali, yang membuat Roma malah tidak diunggulkan adalah catatan mereka di kompetisi yang sama musim lalu. Il Lupo dibantai MU dengan agregat 8-3 dalam fase 8 Besar tahun silam.
Di belakang Roma, ada Schalke yang pernah mencatatkan diri sebagai juara Piala UEFA tahun 1997. Meski beda kasta, pengalaman memenangi Piala UEFA bisa menjadi modal berharga Der Koningsblauen (The Royal Blues) untuk berbicara lebih lanjut meski ini adalah kali pertama mereka menembus 8 Besar Champions.
Satu nama tersisa, Fenerbahce, adalah anak bawang di taman Eropa. Partisipasi di perempatfinal ini merupakan pencapaian pertama klub asal kota Istanbul itu.
Kini, langkah para underdog itu sangat tergantung kepada undian. Di markas UEFA, Jumat (14/3/2008) nanti, nasib mereka akan ditentukan.
Roma, Schalke dan Fenerbahce pastinya akan memanjatkan doa agar memperoleh undian yang bagus. Dengan bertemu sesama non-unggulan, misalnya, peluang mereka untuk bertahan lebih lama akan terbuka.
Namun bila takdir menggariskan mereka bertemu tim unggulan, maka diperlukan upaya yang sangat keras untuk bisa melangkah lebih jauh. Syukur-syukur, satu di antara mereka bisa mengikuti jejak FC Porto menjadi juara Liga Champions tahun 2004 meski saat itu kurang diunggulkan.
(arp/krs)











































