Pemain Diwajibkan Tes Darah

Euro 2008

Pemain Diwajibkan Tes Darah

- Sepakbola
Kamis, 13 Mar 2008 03:35 WIB
Pemain Diwajibkan Tes Darah
Jakarta - Tes urin jadi metode yang umum digunakan banyak cabang olahraga untuk mengantisipasi doping. Di Euro 2008 UEFA punya jurus baru untuk menangkalnya dengan melakukan tes darah.

Doping masih jadi kekhawatiran besar UEFA jelang hajatan besar mereka bernama Euro 2008 di Austria dan Swiss musim panas ini. Tapi otoritas sepakbola Benua Biru itu tidak pasif, langkah antisipasi yang cukup mutakhir sudah disiapkan untuk menangkal kecurangan.

Cara yang ditempuh UEFA adalah mewajibkan seluruh negara kontestan untuk menandatangani kesepakatan anti doping di Vienna. Kesepakatan ini membuat pengujian doping tak cuma dilakukan pascapertandingan, tapi juga di kamp latihan masing-masing negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan cuma lebih intensif melakukan pengujian karena UEFA juga akan melakukan tes darah pada seluruh pemain. Dengan menguji sampel darah diharapkan akan lebih akurat mendeteksi penggunaan obat terlarang seperti hormon pertumbuhan, pemacu darah atau transfusi darah ilegal.

"Dengan jalan ini kami ingin menunjukkan kalau kami (UEFA) juga ikut memerangi doping dan mendukung WADA (World Anti Doping Agency)," ungkap Presiden UEFA, Michael Platini seperti diberitakan Yahoosport.

Untuk mempersempit ruang gerak pengguna doping, tes ini dijadwalkan akan dilakukan mulai dari sebelum dan selama kompetisi berlangsung. Sementara untuk tahap awalnya, dari setiap tim akan diambil 10 pemain secara acak untuk menjalani tes darah ini.

"Untuk tes darah sebelum kompetisi dimulai, kami akan mengambil contoh darah dan urine dari 10 pemain setiap tim. Kami juga akan mengambil contoh dari dua pemain untuk setiap tim seusai pertandingan, kami akan melakukan hal tersebut untuk seluruh pertandingan yang berjumlah 31," ungkap Marc Vouillamoz, kepala antidoping UEFA.

Meski telah menyiapkan antisipasi namun Platini menganggap penggunaan doping oleh pemain bukan masalah yang signifikan. Alasannya yang dilontarkan legenda sepakbola Prancis itu adalah karena tak ada penggunaan doping secara terorganisir.

"Pemain bisa saja membuat satu kesalahan. Itu mungkin terjadi. Tapi jika diorganisir oleh klub dan dokter? Saya pikir tidak. Mungkin di masa lalu itu terjadi, tapi tidak sekarang," pungkas Platini. (din/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads