Dua final dalam tiga tahun terakhir (satu di antaranya berhasil mereka juarai) adalah gambaran betapa bagusnya performa The Reds di daratan benua biru. Tetapi ketika berbicara soal Premier League, penampilan yang inkonsisten selalu menjadi menu utama bagi Steven Gerrard cs setidaknya dalam dua tahun terakhir.
Repotnya lawan mereka di perempatfinal Liga Champions adalah "saudara" dari negeri sendiri, Arsenal. Tentu pasukan "Gudang Peluru" jauh berbeda dengan tim-tim Eropa lainnya yang pernah dihadapi Liverpool. Rafa sendiri juga pernah mengaku kesulitan memahami permainan tim-tim Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu pelatih asal Spanyol itu tetap optimistis timnya mampu memberikan permainan terbaik. "Kami telah memperkirakan akan bertemu tim yang kuat dan Arsenal merupakan salah satunya. Kami akan bermain dengan penuh percaya diri karena kami mampu bermain dengan baik," imbuhnya.
Mantan nahkoda Valencia itu juga berkeyakinan Liverpool akan memiliki keuntungan lebih jika bermain di kandang sendiri. Rafa mengatakan bermain di Anfield yang merupakan stadion keramat mereka selalu memberikan semangat tersendiri.
"Bermain laga kedua di kandang akan sangat positif bagi kami karena bermain di Anfield selalu menjadi inspirasi bagi kami. Ketika Anda bermain melawan tim besar detil sekecil apa pun bisa saja membuat perbedaan," tukasnya. (ian/ian)











































