Maradona pada hari Senin (17/3/2008) waktu setempat, diundang untuk bermain di kota La Paz, Bolivia, yang berketinggian 3.600 meter di atas permukaan air laut.
Datang dengan membawa sejumlah mantan pemain dari Argentina, Maradona bermain penuh selama kurang lebih satu jam melawan tim yang dipimpin Presiden Bolivia, Evo Morales, di stadion Hernando Siles.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seusai pertandingan, Maradona pun menyuarakan kecamannya terhadap larangan FIFA itu. "Saya, dalam usia 47 tahun, dan Presiden Morales telah menunjukkan kepada FIFA bahwa Anda bisa berlari di sini," cetus Maradona seperti diwartakan YahooSports.
"Ukuran (larangan) itu sangat konyol. Ini memalukan. Peraturan itu dibuat oleh orang yang belum pernah mengejar-ngejar bola. Itu sangat politis," geram eks pemain yang mengantar Argentina jadi juara Piala Dunia 1986 itu.
Pada Jumat (14/3), FIFA mengatur bahwa bila sebuah pertandingan dapat digelar di ketinggian 2.750 meter atau lebih bila tim tamu diberi waktu aklimatisasi seminggu. Bila di atas 3.000 meter, aklimatisasinya jadi dua pekan.
Klub memiliki kewajiban melepas setidaknya lima hari sebelum pertandingan. Dengan aturan itu, secara tidak langsung FIFA telah melakukan pelarangan. Aturan itu pun ditentang oleh Bolivia dan Ekuador. Mereka terbiasa bermain di La Paz dan Quito (2.850 m).
"Anda harus bermain di mana Anda dilahirkan. Bahkan Tuhan pun tidak bisa melarangnya, dan tidak juga FIFA," tandas Maradona.
Foto: Maradona (kanan) menendang bola dengan disaksikan Evo Morales (AFP/Aizar Raldes)
(arp/din)











































