Cuma keunggulan satu gol yang didapat dari titik putih yang didapat Prancis saat menjamu Inggris dalam laga persahabatan dinihari tadi. Tapi dengan Piala Eropa yang kian mendekat, hasil tersebut jelas sebuah modal besar.
Apalagi dalam pertandingan tersebut Raymond Domenech tak menurunkan kekuatan penuh menyusul cedera yang menghampiri Thierry Henry, Karim Benzema dan Louis Saha. Tapi lini depan Prancis tak lantas tumpul, komposisi Nikolas Anelka dan David Trezeguet di lini depan terbukti tetap mampu mengobrak-abrik pertahanan Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mampu menghalangi mereka memperagakan gaya permaianan yang coba mereka kembangkan. Itu pertandingan yang cerdas, bukan sesuatu yang spektakuler. Kami punya dasar yang kuat untuk terus maju. Anda tak akan bisa melangkah jauh di sebuah kompetisi jika tidak terorganisir dengan baik," ungkap Domenech di Goal.
Kemenangan atas Inggris memang bukan sekedar gengsi semata, lebih dari itu gol tunggal Frank Ribery adalah penanda kalau Prancis tengah berada di jalan yang benar untuk bisa berbicara di Austria-Swiss. Tergabung bersama Italia dan BelandaΒ - serta Romania - di Grup C, runner up Euro 2000 itu butuh semua persiapan untuk melangkah ke babak kedua.
Dan Domenech sendiri sepertinya tak perlu khawatir dengan kekuatan skuadnya saat ini. Terbukti dengan absennya beberapa pilar, pemain pelapis bisa tampil menjanjikan.
"Anelka bermain sebagaimana dia seharusnya bermain. Dia cepat, mampu menahan bola dengan baik serta mampu menusuk seperti yang kita lihat saat terjadinya penalti. Trezeguet bermain bagus sebagai penyerang yang aktif. Dia mampu mempertahankan bola dengan baik," sanjung mantan pelatih Bordeaux dan PSG berusia 56 tahun itu. (din/ian)











































