Schalke bukanlah tim yang sarat sejarah di ajang Liga Champions. Juara Piala UEFA 1997 itu bahkan baru kali ini mampu tampil di babak perempatfinal. Sebaliknya, Barca merupakan tim tangguh di pentas kompetisi teratas antar-klub Eropa tersebut, serta sudah dua kali mampu memboyong tropi.
Maka saat Barca diundi akan melawan wakil Jerman yang musim lalu duduk di posisi dua pada akhir musim, pecinta Los Cules bisa jadi bernafas lega. Lawannya hanya "Schalke", bukan kuartet Premiership Arsenal, Chelsea, Liverpool dan Manchester United, atau AS Roma yang sebelumnya telah menyingkirkan rival Barca di Spanyol, Real Madrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari empat laga tandang terakhir, Barca tak pernah menang. Awal bulan Maret mereka dikandaskan Atletico Madrid 2-4, disusul kemudian hasil 2-2 melawan Almeria. Pada ajang Copa Del Rey, mereka pun ditekuk Valencia 2-3. Terakhir, Blaugranes dipermalukan 2-3 oleh Real Betis, walau sempat unggul cepat 2-0 di babak pertama.
Sudah melawat dengan mental bertanding yang pastinya surut, cedera juga mengendala. Deco, Rafael Marquez dan Lionel Messi sudah cedera, juga ditambah dengan Ronaldinho yang sangat mungkin juga absen.
Semakin berat buat Barca mengingat Schalke bisa memeragakan pertahanan yang cukup solid di kandang sendiri, seperti yang diperlihatkan ketika menahan gempuran Chelsea di babak grup untuk menghasilkan skor 0-0.
Dalam pertandingan leg pertama nanti Schalke juga niscaya memiliki mental yang lebih baik setelah empat kali beruntun tak terkalahkan di Bundesliga. Memang, mereka ditahan imbang 0-0 oleh Karlsruhe dalam laga terakhir, namun sembilan peluang matang dihasilkan.
Seandainya peluang itu bisa kembali dilahirkan, ditambah, dan juga dimaksimalkan ketika melawan Barca, kemenangan tak mustahil ada di tangan. "Kami harus maju ke depan lebih cepat untuk membuka lebih banyak peluang. Kami harus menciptakan lebih banyak peluang," pinta penyerang Schalke Kevin Kuranyi dilansir Yahoosport.
(krs/a2s)











































