Meski sudah setahun berlalu skuad dan fans AS Roma pastinya belum bisa menghilangkan memori pahit atas kekalahan menyesakan di Old Trafford. Berangkat ke Inggris dengan modal kemenangan 2-1, Francesco Totti cs dipaksa menelan kekalahan terbesar yang pernah mereka alami di Liga Champions setelah menyerah 1-7 di leg kedua.
Entah umpatan atau rasa syukur karena diberi peluang membalas dendam yang keluar dari skuad Roma saat hasil undian babak perempatfinal kembali mempertemukan mereka dengan Setan Merah. Yang pasti bekal skuad besutan Luciano Spaletti masih punya potensi menuntaskan misi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami selalu mempersiapkan diri dengan baik, kami bermain dengan tenang untuk menunjukkan karakteristik yang sesungguhnya dan kualitas yang terbaik," ungkap Spalletti di BBC.
MU bukannya tak punya rekor fantastis, bersama Barcelona dan Chelsea, mereka menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di musim ini. Dalam empat laga tandang di babak sebelumnya berakhir dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Tapi rekor belum terkalahkan sepanjang musim tersebut mungkin tak akan berpengaruh lagi di Italia karena MU memang punya rekor buruk jika bertandang ke negara tersebut. Dari 14 lawatan ke Italia, The Red Devils cuma dua kali meraih kemenangan, sementara sepuluh laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Kunjungan terakhir Ryan Giggs dkk ke Italia pun berakhir menyesakkan. Setelah menang 3-2 atas AC Milan di Old Trafford, MU dibuat tak berada dan dipaksa pulang menelan kekalahan 0-3.
"Ini adalah pertandingan spesial, yang membuat pemain kami tampil dengan sesuatu yang ekstra," janji Spaletti.
Adakah angin berhembus ke arah tuan rumah? Jawabnya tentu baru bisa disaksikan dinihari nanti setelah laga sepanjang 2x45 menit tuntas di pentaskan. (din/ian)











































