Kamis (3/4/2008) dinihari WIB, Stadion Emirates akan jadi panggung "derby Inggris" yang mementaskan seri pertama laga perempatfinal Liga Champions, antara Arsenal dan Liverpool. Mengingat mereka adalah satu dari big four Premiership dan punya rivalitas sendiri, laga nanti pasti teramat ketat.
"Ketika Anda menghadapi tim 'lokal' di Eropa, itu adalah ujian karakter. Kami tahu bisa, namun siapa yang paling menginginkannya (kemenangan). Melawan tim Inggris dalam sebuah kompetisi selalu berbeda. Anda mencari sebuah formula, kekuatan mental kedua tim yang akan membuat perbedaan dalam pertandingan," ujar Wenger seperti dilansir situs resmi Liverpool, Selasa (1/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uniknya, kedua tim juga akan saling berhadapan dalam tiga laga beruntun --dua di Liga Champions dan satu di Liga Primer. Hal itu jelas kian memanaskan laga pertama "The Reds" dan "The Gunners". "Kami bertemu tiga kali dalam enam hari dan itu akan jadi soal 'siapa yang siap?'"
Buat Arsenal yang dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions nanti akan jadi tuan rumah, kehati-hatian pun kini diusung tinggi-tinggi. Di kandang sendiri, satu gol yang disarangkan lawan pun bisa berujung dengan kegagalan dan membunuh harapan untuk terus melaju.
"Anda tahu dalam partai seperti ini --langsung knockout-- kebobolan gol di kandang sendiri adalah pembunuhnya. Dalam ajang liga, Anda berpikir masih bisa menang kalaupun kebobolan gol. Jadi kami harus terorganisir, waspada dan memastikan pertahanan bagus sebelum melakukan penyerangan," urai manajer asal Prancis tersebut.
Terkait dengan itu, Wenger tak mungkin tidak memberi perhatian khusus buat bomber lawan, Torres, yang sudah mampu tampil menawan meski baru musim ini membela tim Inggris. "Saya memandang Torres. Saya percaya dia memiliki awal yang bagus setelah periode tampil dan tidak. Semenjak dia kembali jadi penampil reguler, dia luar biasa berbahaya," tandas Wenger.
(krs/a2s)











































