Para pemain Arsenal acap memeragakan gaya permainan khasnya, yakni rentetan operan dari kaki ke kaki yang terus mengalir ke area pertahanan lawan, sampai akhirnya bola bersarang di dalam gawang. Sudah menonjolkan kolektivitas, tingkat serangan mereka pun begitu dahsyat.
Akan tetapi, hal tersebut tak lantas membuat Benitez kelimpungan. Dijamu Arsenal pada laga leg pertama babak perempatfinal Liga Champions, Kamis (3/4/2008) dinihari WIB, manajer asal Spanyol itu yakin bisa mengatasi sang lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bermain sangat ofensif dan itu sangat atraktif buat para pendukung. Ini adalah hal yang positifnya, namun ketika mereka menyerang dan menyerang, mereka memiliki masalah di pertahanan, walau itu hal wajar," lanjut dia mengemukakan kelemahan lawan yang akan coba dimanfaatkan.
Bersumber dari proses analisa tersebut, tak ayal Benitez pun sudah punya proyeksi agar timnya bisa mencetak gol dan lantas menang di kandang lawan. Mampu memukul tuan rumah dalam sebuah format partai kandang-tandang pastinya begitu berharga, walau faktanya dia memang belum pernah mampu berjaya di Stadion Emirates.
"Tujuan kami adalah menang dan mencetak gol. Itu selalu penting mencetak gol tandang dalam kompetisi seperti ini. (Tujuan kami) hanya menang, tak ada yang lain," tandas dia.
(krs/key)











































