Deivid sempat membuat seisi stadion Sukru Saracoglu, Kamis (3/4/2008) dinihari WIB, terdiam setelah dirinya menjebol gawang sendiri. Ya, pemain Brasil itu mencetak gol bunuh diri.
Bencana kecil bagi Deivid ini bermula saat Florent Malouda berhasil melakukan penetrasi ke sisi kanan kotak penalti Fenerbahce. Bermaksud menghadang umpan silang mendatar Malouda, Deivid malah membelokkan bola masuk ke gawang sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam prosesnya, gol Deivid ke jala Carlo Cudicini bukanlah gol yang sembarangan. Gol itu tercipta dari jarak lebih dari 30 meter. Sepakan pemain bernomor punggung 99 itu meluncur deras tanpa sanggup dihadang Cudicini dan segenap pemain Chelsea lainnya.
Tak hanya menentukan kemenangan Fenerbahce dan sekaligus menyibak peluang untuk melaju ke semifinal, gol Deivid juga menorehkan rekor istimewa. Fenerbahce menjadi klub pertama yang mampu mengalahkan Chelsea di arena Champions musim ini.
Deivid pun berubah dari pecundang menjadi pahlawan. Zero to hero. Uniknya, ini bukanlah kali pertama seorang pemain Fenerbahce melakoni drama 'from zero to hero' di ajang Liga Champions tahun ini.
Mundur ke belakang di babak perdelapanfinal, Volkan Demirel pun mendapat predikat yang sama. Sang kiper nyaris membuat Fener disingkirkan Sevilla sebelum dirinya justru menjadi faktor utama yang membuat klub Spanyol lawannya harus masuk kotak.
Merasa harus berterimakasih kepada Deivid, pelatih Fenerbahce Zico pun memberi kredit spesial untuk penyerang berusia 28 tahun itu. Kebetulan, keduanya berasal dari satu negara, Brasil.
"Gol bunuh diri ini bisa terjadi kepada siapa saja. Deivid secara jelas memutuskan untuk meneruskan pertandingan dan memenangi permainan itu untuk dirinya sendiri," girang Zico seperti dilansir YahooSports.
Pundi-pundi gol bomber bernama lengkap Deivid de Souza itu pun terus bertambah. Eks penyerang Sporting Lisbon tersebut telah menggoreskan lima gol dalam kampanye Fenerbahce di Liga Champions musim ini.
Deivid hanya defisit dua gol dari pencetak gol terbanyak sementara, Cristiano Ronaldo. Di bawah Ronaldo memang masih ada Lionel Messi dan Steven Gerrard (6 gol). Namun bukan tidak mungkin Deivid bisa melewati torehan ketiga pemain di atas.
Syaratnya sederhana, yakni dengan konsisten mencetak gol; ke gawang lawan dan bukan ke gawang sendiri tentu saja!
(arp/din)











































