Walcott & Babel, Supersubs Beda Nasib

Walcott & Babel, Supersubs Beda Nasib

- Sepakbola
Rabu, 09 Apr 2008 05:50 WIB
Walcott & Babel, Supersubs Beda Nasib
Liverpool - Partai Liverpool kontra Arsenal menghadirkan suguhan pertandingan yang menarik. Ada dua pemain cadangan yang sukses membetot perhatian, yakni Theo Walcott dan Ryan Babel.

Baik Walcott maupun Babel sama-sama mempertunjukkan sebuah penampilan nan impresif dalam pertarungan yang dipanggungkan di Stadion Anfield, Rabu (9/4/2008) dinihari WIB tadi.

Walcott yang baru dimasukkan oleh manajer Arsenal Arsene Wenger di menit ke-73, menjadi arsitek gol kedua The Gunners. Melalui sebuah aksi individu, Walcott memanfaatkan kesalahan Steven Gerrard dan mendribel bola dari wilayah sendiri ke pertahanan Liverpool.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan meliuk-liuk melewati hadangan empat bek Liverpool, Walcott terus melaju. Akhirnya sebuah umpan pendek dilepasnya ke arah Emmanuel Adebayor, yang dengan sebuah sontekan sederhana menjebol gawang Pepe Reina.

Ini bukanlah kali pertama aksi brilian pemain berusia 18 tahun itu menjadi permulaan gol Arsenal. Menghadapi AC Milan di leg 2 perdelapanfinal, Walcott juga mempertunjukkan skill invididu memikat sebelum menyodorkan assist kepada (lagi-lagi) Adebayor untuk mencetak gol.

Namun bila sumbangsih Walcott saat menghadapi Milan menghadirkan kemenangan buat Arsenal, tidak kali ini. The Gunners harus menerima nasib masuk kotak karena kalah 4-2 (agregat 5-3) dari Liverpool.

Uniknya, pemain yang menjadi penentu kemenangan Liverpool adalah Babel, --yang sama seperti Walcott-- merupakan pemain cadangan.

Babel masuk pada menit ke-78 menggantikan Peter Crouch. Di menit 84, enam menit setelah masuk dan semenit pasca gol Adebayor, Babel menciptakan bencana di lini belakang Arsenal. Penyerang Belanda ini dijatuhkan oleh Kolo Toure di kotak penalti. Tak ayal, wasit pun menghadiahi The Reds penalti yang dieksekusi dengan mulus oleh Gerrard.

Tak berhenti di situ, kegemilangan pemain 21 tahun itu berpuncak saat ia mencetak gol di menit penghabisan.

Menerima umpan panjang dari lini belakang, Babel yang hanya ditempel Cesc Fabregas membawa bola mendekati gawang Manuel Almunia dan kemudian menceploskan bola. Gol itu membuat Liverpool menang 4-2 dan berhak untuk lolos ke semifinal.

Meski Walcott dan Babel sama-sama bermain ciamik malam tadi, nasib dua tim yang dibelanya sungguh berbeda 180 derajat. Walau tetap boleh saja tersenyum lebar menikmati kemenangannya, Babel tak boleh jumawa. Sebaliknya juga dengan Walcott, ia tentu tak harus merasa terlalu sedih dengan kekalahan timnya.

Seorang Johann Wolfgang von Goethe, penyair Jerman, pernah berkata, "Melalui kegembiraan dan kesedihan, seseorang akan mengetahui diri mereka sendiri dan nasib mereka. Mereka belajar tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang dihindari."

(arp/ian)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads