Siapa Buat Kejutan?

Liga Champions

Siapa Buat Kejutan?

- Sepakbola
Rabu, 09 Apr 2008 13:40 WIB
Siapa Buat Kejutan?
Jakarta - Orang bilang kejutan membuat hidup menjadi lebih berwarna. Di fase-fase akhir Liga Champions musim ini potensi kejutan tertinggal pada AS Roma dan Schalke 04. Siapa kejutan itu?

Musim lalu empat semifinalis adalah tim-tim yang punya reputasi besar di dunia: Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan sang juara AC Milan. Artinya, tidak ada tim kejutan di babak empat besar kali itu.

Tapi dalam tiga musim sebelumnya selalu ada tim kelas "menengah" yang tampil di semifinal. Villarreal menjadi tim kejutan di musim 2005/2006 sebelum dihentikan Arsenal; PSV Eindhoven mencuri perhatian di musim 2004/2005 sebelum ditekuk AC Milan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di musim 2003/2004 bahkan ada tiga tim yang kurang diunggulkan tapi mampu bertahan hingga babak empat besar. Mereka adalah AS Monaco, Deportivo La Coruna, dan FC Porto. Semifinalis lainnya, Chelsea, sesungguhnya pun baru musim itu menjadi klub 'besar' karena Roman Abramovich baru mengakuisisi klub London barat itu pada Juni 2003.

Dengan tersingkirnya Fenerbahce di tangan Chelsea Rabu (9/4/2008) dinihari tadi, berarti kandidat tim kejutan di musim ini hanya Roma dan Schalke. Kedua klub ini memang tergolong top di kompetisi domestik masing-masing, tapi tidak mentereng di level Eropa.

Roma hanya satu kali memenangi turnamen besar di Eropa yaitu Piala UEFA 1961, begitu pula Schalke yang merengkuh tropi serupa di tahun 1997. Mereka tetap masih di bawah Chelsea yang pernah dua kali memenangi Piala Winners (1971 & 1998) serta Piala Super Eropa (1998).

Kembali ke Roma dan Schalke, jalan menuju semifinal amatlah berat. Mereka kalah di kandang sendiri di leg pertama, sehingga harus menang dengan jumlah gol tertentu untuk bisa meneruskan kiprahnya. Roma menyerah 0-2 di Olimpico dari MU, sedangkan Schalke tunduk dari Barcelona 0-1 di Veltin-Arena, Gelsenkirchen.

Meski begitu kejutan adalah hal biasa dalam sepakbola. Jadi, bukanlah hal yang mustahil apabila Giallorossi dan Royal Blues bisa membalikkan keadaan, di Old Trafford ataupun di Nou Camp tengah malam nanti.

"Kita lihat saja nanti. Kami akan bertarung sampai penghabisan," tekad bek Roma yang baru pulih dari cederan, Juan, seperti dikutip Goal.

"Saya sedang dalam kondisi puncak. Saya percaya diri dan tim ini punya kesempatan untuk menunjukkan bahwa kami telah belajar dari game pertama, dan kemudian mengambil langkah maju yang bersejarah," imbuh penyerang Schalke Halil Altintop.

So, siapa tahu? (a2s/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads