Musim lalu empat semifinalis adalah tim-tim yang punya reputasi besar di dunia: Manchester United, Liverpool, Chelsea, dan sang juara AC Milan. Artinya, tidak ada tim kejutan di babak empat besar kali itu.
Tapi dalam tiga musim sebelumnya selalu ada tim kelas "menengah" yang tampil di semifinal. Villarreal menjadi tim kejutan di musim 2005/2006 sebelum dihentikan Arsenal; PSV Eindhoven mencuri perhatian di musim 2004/2005 sebelum ditekuk AC Milan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tersingkirnya Fenerbahce di tangan Chelsea Rabu (9/4/2008) dinihari tadi, berarti kandidat tim kejutan di musim ini hanya Roma dan Schalke. Kedua klub ini memang tergolong top di kompetisi domestik masing-masing, tapi tidak mentereng di level Eropa.
Roma hanya satu kali memenangi turnamen besar di Eropa yaitu Piala UEFA 1961, begitu pula Schalke yang merengkuh tropi serupa di tahun 1997. Mereka tetap masih di bawah Chelsea yang pernah dua kali memenangi Piala Winners (1971 & 1998) serta Piala Super Eropa (1998).
Kembali ke Roma dan Schalke, jalan menuju semifinal amatlah berat. Mereka kalah di kandang sendiri di leg pertama, sehingga harus menang dengan jumlah gol tertentu untuk bisa meneruskan kiprahnya. Roma menyerah 0-2 di Olimpico dari MU, sedangkan Schalke tunduk dari Barcelona 0-1 di Veltin-Arena, Gelsenkirchen.
Meski begitu kejutan adalah hal biasa dalam sepakbola. Jadi, bukanlah hal yang mustahil apabila Giallorossi dan Royal Blues bisa membalikkan keadaan, di Old Trafford ataupun di Nou Camp tengah malam nanti.
"Kita lihat saja nanti. Kami akan bertarung sampai penghabisan," tekad bek Roma yang baru pulih dari cederan, Juan, seperti dikutip Goal.
"Saya sedang dalam kondisi puncak. Saya percaya diri dan tim ini punya kesempatan untuk menunjukkan bahwa kami telah belajar dari game pertama, dan kemudian mengambil langkah maju yang bersejarah," imbuh penyerang Schalke Halil Altintop.
So, siapa tahu? (a2s/krs)











































