Hasrat Roma mengulang sukses menembus final seperti mereka lalukan 24 tahun lalu urung tercipta. Setelah kalah 0-2 saat bermain di kandang sendiri, dinihari tadi di Old Trafford mereka kembali bertekuk lutut dengan skor 0-1 atas Manchester United.
Sesungguhnya penampilan Roma tak bisa dibilang buruk dengan beberapa peluang berhasil diciptakan. Yang paling signifikan tentu saja hadiah penalti yang diberikan wasit menyusul pelanggaran Wes Brown terhadap Amantino Mancini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keseluruhan pertandingan akan berubah dengan penalti. Akan sangat berbeda buat tim saya dan Manchester United, jadi segalanya masih mungkin terjadi. Gol itu seharusnya punya pengaruh yang besar," ungkap Luciano Spaletti seperti diberitakan Channel4.
Saat gol yang ditunggu tak kunjung datang, gawang Doni justru kebobolan oleh tandukan Carlos Tevez. Sebuah momen yang kemudian benar-benar menutup peluang pasukan "Serigala Roma".
"MU tim yang benar-benar tangguh, tapi saya tidak memiliki pendekatan yang berbeda kepada pemain-pemain. Kami memperagakan permainan yang kami inginkan. Faktanya saya justru tak berharap ada sebanyak ini peluang dan penguasaan bola," lanjut pelatih plontos itu.
Meski begitu Spaletti juga menolak menyalahkan De Rossi yang gagal menyelesaikan tugasnya sebagai eksekutor dengan baik. Yang juga disayangkan Spalletti adalah absennya Totti di kedua laga yang disebutnya mengurangi efektivitas dan dinamika tim.
"Pergerakan setiap pemain berubah mengingat Totti sangat sesaui dengan taktik yang biasa kami peragakan dan kedinamisannya membuat kami lebih efektif. Vucinic harus menjemput bola, itu membuatnya bermain tidak dengan kemampuan penuh," pungkas pelatih 49 tahun itu.
Foto: Proses gagalnya penalti Daniele De Rossi (AFP/Stringer)
(din/ian)











































