Setelah Liverpool dan Chelsea mengunci satu tempat di empat besar, sekaligus memastikan saling berhadapan di semifinal, Manchester United menyusul kedua rival Premiershipnya tersebut dengan menyungkurkan wakil Italia AS Roma, Kamis (10/4/2008) dinihari WIB. Di babak selanjutnya MU akan bertemu dengan klub Spanyol Barcelona.
Dari ketiga wakil Inggris yang saat ini menggapai mahkota juara, banyak yang beranggapan kalau "Si Merah" dan "Setan Merah" memiliki peluang besar masuk ke final, dengan salah satunya kemudian bakal jadi juara Eropa. Namun demikian, Robson tak terlalu sependapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapapun timnya, pelatih yang pernah menangani tim nasional Inggris pada periode 1982-1990 tersebut menambahkan satu syarat penting untuk jadi jawara: skuad yang besar. Syarat itu tidak bisa dipenuhi Arsenal sehingga mereka gagal melangkah dan dikandaskan Liverpool di perempatfinal.
"Klub manapun yang bisa menghindari cedera pemain kunci akan memenanginya, dan itulah kenapa Anda butuh skuad besar. Jadi mungkin (dalam konteks ini) Manchester United dan Chelsea adalah favoritnya."
"Tapi jangan pula lantas mencoret Liverpool," sambung pria berusia 75 tahun itu dengan cepat.
Robson pernah meraih sederet kesuksesan di pelbagai kompetisi. Dia pernah juara Piala UEFA 1981 bersama Ipswich Town, juara Eredivisie 1991 dan 1992 dengan PSV Eindhoven, sukses bersama Porto (juara piala Portugal 1994 dan Liga Portugal 1995 serta 1996), plus juara ganda Copa del Rey dan Piala Winners di Barcelona tahun 1997. Pelatih berkebangsaan Inggris itu juga sukses membawa negaranya melaju sampai semifinal Piala Dunia 1990.
(krs/a2s)











































