Kepastian Astro sebagai pemegang hak siar Piala UEFA untuk area Indonesia (juga Malaysia dan Brunei Darussalam) muncul di situs resmi UEFA. Kontrak Astro dengan UEFA berdurasi tiga tahun mulai 2009 sampai 2012.
"Dengan gembira kami mengumumkan untuk memperbarui kerjasama kami dengan Astro. Kerjasama jangka panjang yang telah terjalin di Piala UEFA adalah bukti betapa hal tersebut memunculkan daya tarik bagi penggemar sepakbola di Malaysia, Indonesia dan Brunei." demikian pernyataan resmi UEFA.
Ini bukan kasus pertama siaran olahraga harus didapat dengan jalan berlangganan. Di awal musim lalu, siaran Liga Inggris yang sebelumnya tayang di Trans7 hijrah ke televisi berbayar Astro.
Kepindahan tersebut mengundang banyak reaksi bukan hanya dari masyarakat sepakbola tanah air. Departemen Komunikasi dan Informasi hingga Badan Pengawas Persaingan Usaha bahkan sempat turun tangan menanggapi isu monopoli siaran langsung Liga Inggris oleh televisi berbayar asal Malaysia itu
Kabar ini mengusik kekhawatiran lain soal kemungkinan akan hilangnya siaran Liga Champions dari televisi terestrial, non-berbayar. Setelah mendapat deal dengan UEFA untuk menyiarkan Piala UEFA, bukan tak mungkin Liga Champions juga akan segera beralih.
Seperti diketahui, selama ini siaran langsung Liga Champions menjadi milik RCTI. Dalam beberapa tahun terakhir stasiun televisi swasta pertama di Indonesia itu tak pernah absen menayangkan laga antar klub terbaik benua biru mulai dari babak penyisihan grup hingga final. (din/a2s)











































